Kamis 26 Oct 2023 13:45 WIB

Pengakuan Sarjana Barat Ini Tegaskan Palestina Damai Berabad-abad di Bawah Islam

Palestina kerap menjadi perebutan bangsa-bangsa besar dalam sejarah

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Pemandangan Masjid Al Aqsa Yerusalem Palestina. Palestina kerap menjadi perebutan bangsa-bangsa besar dalam sejarah
Foto: EPA-EFE/MANUEL DE ALMEIDA
Pemandangan Masjid Al Aqsa Yerusalem Palestina. Palestina kerap menjadi perebutan bangsa-bangsa besar dalam sejarah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Palestina mulai berada di bawah pengaruh Islam tatkala ditaklukkan Umar bin Khattab, khalifah kedua sepeninggal Rasulullah SAW menggantikan Abu Bakar Ash Shidiq. 

Khalifah Umar menunjukkan sikap dan kebijakan yang toleran kepada para penduduk di daerah ini tanpa membeda-bedakan agama yang mereka anut.  

Baca Juga

Umat Islam dan Kristen pun dapat hidup berdampingan dengan aman dan damai karena sedari awal, kedatangan kaum Muslim di Palestina memang tidak membawa jiwa perang, tetapi dengan perdamaian dan kasih sayang, sebagaimana dilukiskan oleh Karen Armstrong sebagai berikut:  

“Ketika khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor kuda putih, ia dikawal oleh uskup Yunani Sofronius yang juga bertindak sebagai pemuka kota. Sang khalifah minta agar diantarkan ke Haram Asysyarif, tempat nabi Muhammad SAW melakukan Miraj. Umar pun berlutut dan berdoa di tempat ini. Lalu Umar juga minta diantarkan untuk mengunjungi tempat-tempat suci kaum Nasrani. Ketika mereka berada di Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat pun tiba. Sang uskup kemudian mempersilakan Umar untuk sholat di gereja tersebut. Namun, Umar menolaknya dengan santun sembari beralasan bahwa jika ia berdoa dan beribadah di dalam gereja, dikhawatirkan umat Islam di kemudian hari akan mengenang kejadian tersebut dan mendirikan sebuah masjid di sana yang berarti akan memusnahkan Gereja Holy Sepulchre. Sang uskup terdiam sejenak terpukau seolah tak percaya mendengar ucapan Umar tersebut. Umar pun segera bergegas pergi sholat di tempat yang agak jauh dari gereja tersebut, yang kebetulan di tempat yang langsung berhadapan dengan Holy Sepulchre."

 

Baca juga: Daftar Produk-Produk Israel yang Diserukan untuk Diboikot, Cek Listnya Berikut Ini

Kini di tempat itu berdiri sebuah masjid kecil yang dibangun sebagai persembahan untuk Umar bin Khattab. Selain masjid tersebut, didirikan pula sebuah masjid besar untuk menandai penaklukan Palestina oleh umat Islam dan Masjid Al Aqsa guna mengenang Isra yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. 

Sikap simpatik Umar pun berlanjut tatkala dia dan umat Islam lainnya membersihkan sampah-sampah di tempat reruntuhan biara Yahudi. 

Selama bertahun-tahun, kaum Nasrani menggunakannya sebagai tempat pembuangan sampah kota. Penaklukan Palestina oleh kaum Muslim menjadi pintu masuk untuk membangun Islam di kota suci ketiga bagi umat Islam tersebut. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement