Rabu 25 Oct 2023 12:54 WIB

Sosok Keluarga Rasulullah SAW yang Memberi Nama Bulan Rabiul Akhir

Rabiul Akhir dikenal sejak lama oleh masyarakat Arab

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Kalender (ilustrasi). Rabiul Akhir dikenal sejak lama oleh masyarakat Arab
Foto: Andi Nur Aminah/Republika
Kalender (ilustrasi). Rabiul Akhir dikenal sejak lama oleh masyarakat Arab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rabiul Tsani atau Rabiul Akhir adalah bulan keempat dalam satu tahun menurut penanggalan Hijriyah. Bulan tersebut diberi nama ini sekitar tahun 412 M pada masa pemerintahan Kilab bin Murrah, moyang kelima Nabi Muhammad SAW  

Ada banyak riwayat yang menyebut Rabiul Awal dan Rabiul Akhir sebagai “rabi’in,” termasuk fakta bahwa orang-orang Arab mulai menginvestasikan semua hasil rampasan perang mereka di Safar, dan orang-orang Arab mengatakan rabii'i rabi' yang artinya, subur.  

Baca Juga

Dikatakan demikian karena manusia dan hewan mulai tampak banyak terlihat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Dua bulan ini berada pada musim gugur, yang oleh orang Arab disebut rabi'un atau musim semi. 

Pada musim itu rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan banyak yang berbuah. Umumnya musim itu terjadi selama dua bulan sehingga nama ini pun disematkan kepada dua bulan terjadinya musim tersebut, yang sekarang dikenal dengan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir 

Selain menjadi nama bulan, kata rabi‘ juga menjadi nama musim di antara enam musim yang ada, yaitu ar-rabi al-awwal (musim semi pertama), shaif (musim panas), qaizh (puncak musim panas), al-rabi‘ al-tsani (musim semi kedua), kharif (musim gugur), dan syita (musim dingin). Demikian yang dikemukakan Abu al-Ghauts. 

Baca juga: Secarik Alquran Bertuliskan Ayat As-Saffat Ditemukan di Puing Masjid Gaza, Ini Tafsirnya

Masyarakat Arab sendiri selalu menagawali penyebutan nama ini dengan kata syahr yang berarti “bulan”. Sementara pengucapannya bisa dua versi, yaitu syahru rabi‘I al-akhir, bisa juga syahru ar-Rabi‘il Akhir, dengan idhafat. 

Orang-orang Arab menyebut semua bulang langsung dengan sebutan tanpa embel-embel bulan, kecuali bulan Rabi’ dan Ramadhan. Mereka berkata, Syaban telah tiba dan Ramadhan telah tiba. Allah SWT berfirman:  

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ  “Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Alquran.” (QS Al-Baqarah ayat 185). Dan pada dua bulan berikutnya setelah Safar, mereka mengatakan bahwa itu adalah bulan-bulan Rabi.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement