Rabu 25 Oct 2023 10:17 WIB

Ayat Alquran Tentang Larangan Menggunjing Orang Lain

Bahkan menggunjing aib maksiat orang lain hukumnya dosa.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Bergunjing Ibarat Memakan Daging Saudara Sendiri. Ilustrasi ghibah
Foto: pxhere
Ilustrasi Bergunjing Ibarat Memakan Daging Saudara Sendiri. Ilustrasi ghibah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menggunjing seorang Muslim sama saja dengan membuka aib orang tersebut karena dalam menggunjing, umumnya yang dibicarakan adalah tentang keburukan orang tersebut. Sementara itu, Islam memerintahkan setiap muslim supaya menutup aib, baik aib diri sendiri maupun aib orang lain.

Rasulullah Saw. bersabda, "Wahai orang yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka. Barang siapa mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang dintip Allah akan aibnya, niscaya Allah akan membuka aibnya, meskipun dirahasiakan di lubang kendaraan." (HR. Tirmidzi).

Baca Juga

Dalam buku Para Musuh Allah, Golongan Manusia yang Menjadi Musuh Allah di Akhirat karya Rizem Aizid mengatakan, Allah Swt akan membuka aib hamba-Nya yang gemar menggunjing (membuka aib) saudaranya. Ketika Dia telah membuka aib hamba-Nya, tidak akan ada tempat sekecil apa pun di muka bumi yang dapat digunakan sebagai tempat menyembunyikan aib tersebut. Oleh karena itu, Islam melarang muslim membeberkan aib saudaranya sesama muslim.

Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. juga bersabda, "Setiap umatku dimaafkan, kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan, termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari, kemudian di paginya ia berkata, Wahai Fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu. Padahal, Allah telah menutup aibnya itu dan di pagi harinya. Ia membuka tutupan Allah atas dirinya.” (HR Bukhari Muslim)

 

Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim).

Ada dua jenis aib dalam Islam, yaitu aib khalqiyah dan aib maksiat. Aib khaliyah adalah aib yang sifatnya qudrati, dan bukan termasuk perbuatan maksiat.

Contohnya adalah cacat fisik, cacat bawaan (sejak lahir). Sedangkan aib maksiat adalah perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seorang muslim, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Aib maksiat...

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement