Senin 23 Oct 2023 14:05 WIB

Bagaimana Hukum Perselingkuhan Dalam Islam?

Selingkuh merusak rumah tangga.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi Perselingkuhan
Foto: pixabay
Ilustrasi Perselingkuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan segi bahasa, ‘selingkuh’ berasal dari bahasa Jawa. Arti selingkuh menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia ada empat yakni, curang, tidak jujur, tidak berterus terang, dan korup. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh artinya suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak berterus terang, tidak jujur, curang, serong, suka menggelapkan uang, korup, dan suka menyeleweng.

Baca Juga

Dalam situs resmi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Fatwatarjih.or.id), seorang murid SMA Muhammadiyah bertanya dan mohon penjelasan terkait hukum dari perselingkuhan.

Situs resmi Majelis Tarjih dan Tajdid menjawab, fenomena perselingkuhan di tengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Meskipun perselingkuhan merupakan masalah yang sangat privat namun media massa terutama elektronik setiap hari membongkarnya terus-menerus. 

Perselingkuhan tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tapi juga di desa-desa dan kampung-kampung. Perselingkuhan bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang berada, tapi juga dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu dari segi finansial.

Hal yang lebih memprihatinkan lagi, perselingkuhan juga dilakukan oleh orang-orang yang ada hubungan kekerabatan, seperti perselingkuhan antara ayah atau ibu dengan anak tirinya, antara kakak dengan adiknya, antara adik ipar dengan kakak ipar. Selain itu, perselingkuhan juga dilakukan oleh seorang ayah atau ibu dengan pacar atau teman akrab anaknya dan seorang laki-laki dengan tetangga wanitanya yang telah berumah tangga. 

Perselingkuhan juga dilakukan oleh orang-orang yang sudah bertahun-tahun membina mahligai perkawinan maupun mereka yang baru melangsungkan perkawinan.

Di dalam masyarakat kita dewasa ini, perselingkuhan diartikan dengan kecurangan dalam hubungan cinta antara seseorang dengan pasangannya. Biasanya perselingkuhan itu diikuti dengan perbuatan-perbuatan mendekati zina bahkan perzinaan itu sendiri, dengan selingkuhannya.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement