Jumat 20 Oct 2023 10:59 WIB

12 Ciri Hamba yang Disayangi Allah

Hamba-hamba yang disayangi Allah memiliki sejumlah ciri.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
 12 Ciri Hamba yang Disayangi Allah. Foto:  Foto: Masjid tempat ibadah umat Muslim.
Foto: Anadolu Agency
12 Ciri Hamba yang Disayangi Allah. Foto: Foto: Masjid tempat ibadah umat Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang ('Ibad ar-Rahman) itu memiliki ciri-ciri yang dapat dilihat dalam kesehariannya menjalani hidup. Ada 12 ciri-ciri 'ibad ar Rahman sebagaimana dapat ditemukan dalam Alquran surat Al Furqan ayat 63-74. Apa saja tandanya?

1)Rendah hati dan tenang menjalani hidup

Baca Juga

Sebagaimana firman Allah:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا …

 

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati … (Alquran surat Al Furqan ayat 63)

Akhlak seorang 'ibad ar Rahman itu penuh ketenangan, sakinah, tidak gelisah dalam menjalani hidup. Seorang 'ibad ar Rahman akan menjauhi setiap hal-hal yang berpotensi menimbulkan pertikaian atau perselisihan. 

Akhlak hamba Allah adalah mereka yang jalan di muka bumi dengan tenang. Dengan penuh ketenangan, penuh sakinah, mereka melangkah di muka bumi dengan tidak gelisah, keburu buru, dan tidak juga dengan gesekan-gesekan. 

2.Ucapannya Mengandung Doa Keselamatan

Allah berfirman :

…وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (Alquran surat Al Furqan ayat 63)

Ibad ar rahman ketika ada orang yang mencaci atau memakinya tidak membalas dengan cacian dan makian. Terali justru menyikapinya penuh ketenangan dan menyampaikan kata-kata yang baik kepada mereka.

3.Senang qiyamullail

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Alquran surat Al Furqan ayat 64)

Hamba Allah itu selalu bangun malam untuk melaksanakan ibadah sunah. Mereka ruku dan sujud pada tengah malam dan berdoa atas hajat-hajatnya.

4.Takut akan pedihnya azab neraka 

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". (Alquran surat Al Furqan ayat 65)

Ibad ar Rahman memiliki rasa takut akan siksa neraka jahanam. Sehingga mereka senantiasa berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari azab neraka. Itu sebabnya, para auliya dan sahabat sampai meneteskan air mata saking takutnya azab neraka.

5. Bersedekah sesuai kemampuan

Allah berfirman: 

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Alquran surat Al Furqan ayat 67).

Seorang ibad ar Rahman itu senang bersedekah. Tetapi ketika bersedekah ia tidak berlebihan ketika mengeluarkan hartanya. Namun ia juga tidak pelit ketika bersedekah seperti memiliki harta banyak namun hanya bersedekah beberapa ribu rupiah saja. Seorang Ibad ar Rahman bersedekah secara wajar sesuai kemampuan dan kedudukannya. 

6.Tidak Syirik

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ …

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah …(Alquran surat Al Furqan ayat 68).

Seorang hamba Allah tidak akan menyekutukan Allah dengan suatu apapun. Maka dari itu jangan mempercayai dukun atau pun peramal yang dapat menjatuhkan diri pada kemusyrikan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement