Jumat 20 Oct 2023 00:43 WIB

Tujuh Pintu Neraka, Orang Yahudi di Pintu ke Berapa?

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah bertanya kepada Jibril.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi laknat dan siksa neraka
Foto: Dok Republika
Ilustrasi laknat dan siksa neraka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neraka adalah tempat tinggal di akhirat, yang di dalamnya diliputi kobaran api yang bergejolak dengan dahsyat sampai bisa mengelupaskan kulit kepala hingga menusuk ke hati.

Neraka dipersiapkan Allah bagi hamba-Nya yang kafir, munafik, senantiasa berbuat dosa, musyrik, mendustakan ayat-ayat Allah, dan malas mengerjakan perintah-Nya. Bagi mereka, neraka sebagai ancaman atas dosa yang dilakukan selama hidup di dunia.

Baca Juga

Mengenai pintu-pintu neraka telah dijelaskan dalam firman Allah SWT:

لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ

 

Artinya: “Ia (Jahanam) mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.” (QS Al Hijr [15]: 44).

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa pintu neraka itu ada tujuh. Menukil dari buku Kesengsaraan Ahli Neraka terbitan Mutiara Aksara, setiap pintu neraka itu sudah ditentukan bagi golongan tertentu.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah bertanya kepada Jibril, “Siapakah orang-orang yang menempati pintu-pintu neraka itu?”

Dijawablah oleh Malaikat Jibril:

“Pintu yang paling bawah, di dalamnya ditempati oleh orang orang munafik dan orang-orang kafir. Pintu itu bernama “Hawiyah”.

Pintu kedua, namanya “Jahim”, yang di dalamnya ditempati orang-orang musyrik.

Pintu ketiga, namanya “Saqar”, di dalamnya ditempati orang orang yang menyimbah berhala.

Pintu keempat, namanya “Laza”, di dalamnya ditempati orang orang Majusi dan ditempati iblis serta orang-orang yang mengikutinya.

Pintu kelima, namanya “Hutamah”, di dalamnya ditempati orang-orang Yahudi.

Pintu keenam, namanya “Sa’ir”, di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.

Dan pintu ketujuh, ditempati orang-orang yang melakukan dosa besar dan umatmu yang sampai meninggal dunia belum tobat.”

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement