Kamis 19 Oct 2023 19:34 WIB

Kisah Hidup Salah Satu Tokoh Pendiri Hamas di Palestina (1)

Hamas masih melakukan perlawanan ke Israel.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Kisah Hidup Salah Satu Tokoh Pendiri Hamas di Palestina (1). Foto: Logo Hamas
Kisah Hidup Salah Satu Tokoh Pendiri Hamas di Palestina (1). Foto: Logo Hamas

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Harakah Muqawamah Islamiyyah (Hamas) sampai saat ini dengan sengit melawan zionis Israel. Sebagaimana diketahui, Israel sedang menjajah bangsa Palestina secara brutal dan telah banyak melakukan pelanggaran hukum internasional.

Di antara para pendiri Hamas adalah Syekh Ahmad Ismail Yasin yang lahir pada tahun 1938 dan Abdul Aziz Abdul Hafidz Ar-Rantisi yang lahir pada 23 Oktober 1947.

Baca Juga

Dalam buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah yang ditulis Syaikh Muhammad Sa'id Mursi dijelaskan bahwa Abdul Aziz Ar-Rantisi lahir di desa Bina yang terletak antara daerah Askalan dan Fafa, Palestina. Setelah terjadi peperangan tahun 1948, keluarganya mengungsi ke perkemahan Khan Yunis yang dikhususkan bagi para pengungsi Palestina. Bersama keluarganya, dia menetap di Khan Yunis, saat itu usia Abdul Aziz Ar-Rantisi baru enam bulan

Abdul Aziz Ar-Rantisi mempunyai sembilan saudara laki-laki dan dua saudara perempuan. Abdul Aziz Ar-Rantisi lulus SMA tahun 1965, dia berhasil menyelesaikan kuliahnya tahun 1972 di Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariah. Setelah itu dia meneruskan ke jenjang magister di universitas yang sama pada bidang kedokteran anak sampai selesai.

 

Pada tahun 1976, Abdul Aziz Ar-Rantisi diangkat sebagai dokter tetap di Rumah Sakit Naser. Dia menikah dan dikaruniai enam orang anak yang terdiri dari dua putra dan empat putri. 

Dokter Abdul Aziz Ar-Rantisi menduduki berbagai jabatan. Jabatan yang pernah dia duduki adalah anggota lembaga administrasi dalam dewan lembaga urusan Islam, dan anggota himpunan dokter Arab di Jalur Gaza, serta anggota Bulan Sabit Merah Palestina.

Sejak didirikan Universitas Islam di Gaza tahun 1987, Abdul Aziz Ar-Rantisi menjadi staf pengajar pada universitas tersebut. Dia mengajar ilmu pertanian, waris, dan ilmu tentang parasit.

Pada tahun 1983, Abdul Aziz Ar-Rantisi ditangkap oleh Israel karena menolak untuk membayar pajak kepada mereka. Pada tahun 1988, dia dipenjara lagi selama 21 hari.

Pada tahun 1987, Abdul Aziz Ar-Rantisi bersama para aktivis gerakan Islam di Jalur Gaza membentuk Hamas.

Pada 4 Februari 1988, Abdul Aziz Ar-Rantisi ditangkap untuk yang ketiga kalinya dan dipenjara selama dua setengah tahun. Dia dipenjara dengan tuduhan ikut dalam pergerakan melawan Israel. 

Abdul Aziz Ar-Rantisi dibebaskan pada tanggal 4 September 1990. Namun, pada tanggal 14 Desember 1990, dia ditangkap lagi dan di penjara selama setahun sebagai sanksi administrasi.

Pada tanggal 17 Desember 1991, Abdul Aziz Ar-Rantisi  diusir ke wilayah Lebanon bagian selatan oleh pemerintah Israel. Dia diusir bersama 400 orang para aktivis, kader kelompok Hamas dan jihad Islami. Dia tampil sebagai juru bicara resmi mereka mereka tetap berada di perkemahan Al-Audah di daerah penggembalaan Az-Zuhur. Hal ini sengaja mereka lakukan untuk mendesak zionis Israel memulangkan ke negeri asalnya.

Sekembalinya Abdul Aziz Ar-Rantisi dari Az Zuhur, pihak Israel langsung menangkapnya. Pengadilan militer menjatuhkan hukuman penjara kepadanya. Dia dipenjara oleh pemerintah Israel sampai pertengahan tahun 1997.

Abdul Aziz Ar-Rantisi adalah salah seorang pendiri Hamas di Jalur Gaza pada tahun 1987. Dia adalah orang pertama dari pimpinan Hamas yang dipenjara.

Abdul Aziz Ar-Rantisi dipenjara oleh Israel setelah adanya intifadahah (perjuangan) rakyat Palestina yang pertama pada tanggal 9 Desember 1987.

Pada tahun 1988, Abdul Aziz Ar-Rantisi ditangkap kembali dan ditahan selama 21 hari. Penangkapan tersebut terjadi setelah adanya baku hantam antara dirinya dengan pasukan Israel yang ingin mendobrak kamar tidurnya. Abdul Aziz Ar-Rantisi terlibat baku hantam untuk menghalangi zionis Israel memasuki kamar, akibatnya zionis berhasil menangkapnya tanpa memasuki kamar.

Bersambung ke bagian 2. . . 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement