Ahad 08 Oct 2023 19:39 WIB

Pesan Nabi Muhammad SAW untuk Para Pemalas

Nabi Muhammad mengingatkan umatnya tak bermalas-malasan.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Islam mengajarkan para pemeluknya untuk gigih bekerja dan tidak bermalas-malasan. Nabi Muhammad SAW pun telah berpesan tentang hal tersebut dalam hadits yang diriwayatkan dari Miqdam bin Ma'di Karib.

Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Baca Juga

- ما أكلَ أحدٌ طعامًا قطُّ ، خيرًا من أنْ يأكلَ من عمَلِ يدِهِ وإنَّ نبيَّ اللهِ داودَ كان يأكلُ من عمَلِ يدِهِ

"Tidak ada seorang pun yang memakan satu makanan yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS memakan makanan dari hasil usahanya sendiri" (HR Bukhari)

 

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW menasihati umat Islam agar seseorang menjaga kesucian dirinya dengan mengupayakan pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Untuk menghidupi dirinya sendiri, keluarganya, dan tanggungannya.

Dari hadits itu pula, Nabi Muhammad SAW berpesan, penghasilan seseorang dari hasil karyanya dengan tangannya sendiri atau dari hasil usahanya adalah penghasilan terbaik dan paling nikmat.

Secara khusus, hadits tersebut menekankan kepada setiap lelaki untuk melakukan usaha atau pekerjaan yang dengannya dia dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Bukan dengan jalan meminta atau mengemis, bukan hidup dengan bergantung pada orang lain atau menjadi tanggungan orang lain. Bukan pula menambah penghasilan melalui jalan yang tidak adil.

Nabi SAW juga menekankan untuk tidak malas dalam melakukan pekerjaan yang halal. Kemudian beliau SAW menyebut bahwa Nabi Daud AS adalah Nabi yang memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya dari hasil keringatnya sendiri.

Hadits tersebut juga memuat pesan bahwa penghasilan terbaik adalah yang diperoleh dengan kerja keras dan kegigihan. Juga merupakan seruan kepada seorang Muslim untuk melakukan amal saleh dan amalan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Seorang Muslim harus menggunakan kemampuan terbaiknya dalam berjuang menapaki kehidupan di dunia. Allah SWT berfirman:

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan" (QS Al Mulk ayat 15).

Jika seorang Muslim hanya berdiam diri dan hanya merenung sambil menopang pipi dengan kedua tangannya, maka sungguh Allah SWT tidak ridha kepadanya. Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang senantiasa gigih dalam hidup.

"Itulah mengapa di dalam salah satu rukun umroh dan haji adalah Sa'i, seakan-akan Allah SWT melatih kita dan berkata 'Saya ingin kalian melakukan ini agar bisa makan enak, sebagaimana yang dilakukan Sayyidah Hajar hingga keluarlah sumur Zamzam sehingga dapat dinikmati sampai sekarang,'" kata Mubaligh Mesir, Syekh Dr Amr Khalid.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement