Rabu 04 Oct 2023 21:22 WIB

Ini 7 Urutan Kejadian Setelah Nabi Muhammad SAW Lahir dan Diserahkan ke Sang Kakek

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang agung dan mulia.

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Nabi Muhammad (ilustrasi). Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang agung dan mulia
Foto: Dok Republika
Nabi Muhammad (ilustrasi). Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang agung dan mulia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Kedatangan Nabi Muhammad SAW bahkan telah dikabarkan sejak masa Nabi Isa.

Nabi Isa menyebut akan datang seorang rasul bernama Ahmad atau Muhammad yang datang dengan membawa ajaran dan bukti kebesaran Allah SWT yang nyata. Allah SWT berfirman:

Baca Juga

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata" (QS Ash-Shaf: 6).

Hari kelahiran Rasulullah SAW menjadi kabar gembira untuk keluarganya. Meski terlahir sebagai yatim, nyatanya kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal ini disambut dengan kasih sayang penuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. 

Muhammad Husain Haekal dalam buku Sejarah Hidup Muhammad menjelaskan beberapa fakta yang dilakukan Sang Kakek usai Muhammad SAW lahir:  

1. Seusai Sayyidah Aminah—ibunda Nabi—melahirkan, Nabi Muhammad bayi dibawa kepada Abdul Muthalib selaku mertuanya yang saat itu berada di Ka'bah. 

Melihat bayi yang dibawa itu, Abdul Muthalib begitu gembira sekaligus teringat pada anaknya—Abdullah—yang telah wafat beberapa bulan sebelum kelahiran anaknya. 

2. Kemudian cepat-cepat Abdul Muthalib menemui Sayyidah Aminah, dan diangkatnya bayi tersebut lalu dibawa ke Ka'bah

3. Bayi itu diberi nama Muhammad, nama ini tidak umum di kalangan orang Arab, tapi cukup dikenal. Kemudian, dikembalikanlah bayi itu kepada Sayyidah Aminah

4. Selanjutnya, keluarga Nabi Muhammad SAW menantikan orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa’d (Banu Sa’d) untuk kemudian menyerahkan anak itu kepada salah seorang dari mereka. Hal ini sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab di Makkah

5. Pada hari ketujuh kelahiran Nabi, Abdul Muthalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy  

Baca juga: Golongan Ini Justru akan Dilawan Alquran di Hari Kiamat Meski di Dunia Rajin Membacanya

6. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa dia tidak suka memakai nama nenek moyang. Kemudian Abdul Muthalib menjawab, “Aku menginginkan dia kelak akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi.”

Sayyidah Aminah masih menunggu akan menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang Keluarga Sa’d yang akan menyusukan anaknya. Sebagaimana sudah menjadi kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab di Makkah

7. Adapun pada hari ke-8 setelah dilahirkan, Nabi Muhammad bayi dikirimkan ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah beliau berumur delapan atau sembilan tahun.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement