Selasa 03 Oct 2023 15:07 WIB

Agar Hati tak Mengeras

Ada lima macam obat hati agar tak keras.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Agar Hati tak Mengeras. Foto:  Ilustrasi ibadah di rumah.
Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Agar Hati tak Mengeras. Foto: Ilustrasi ibadah di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam buku Nashaihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dijelaskan obat hati agar tidak menjadi keras. Obat hati tersebut ada lima macam.

Diriwayatkan dari Abdullah Al Anthaki, dia berkata sebagai berikut, "Obat penawar hati itu ada lima macam, yaitu berkumpul dengan orang-orang sholeh, membaca Alquran, melaparkan perut, sholat tengah malam, dan bersembah sujud di waktu menjelang Subuh."

Baca Juga

Lima perkara tersebut dapat dipergunakan untuk menawarkan hati yang keras yaitu yang diambil dari perkataan Sayyid Jalil Ibrahim Al Khawas. Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Imam An Nawawi dalam kitabnya At Tibyan sebagaimana ulama menambah yang lima ini dengan perkara-perkara yang banyak tetapi sebagian dari perkara-perkara tersebut dimasukkan pada yang lainnya.

Pertama, berkumpul atau bergaul dengan orang-orang yang sholeh yaitu dengan cara menghadiri majelis-majelis dan mempelajari kisah-kisah orang yang sholeh dan termasuk di dalamnya adalah berdiam diri serta menjauhi orang-orang yang tenggelam dalam kesalahan atau kebatilan.

Kedua, membaca Alquran dengan memahami makna yang terkandung di dalamnya bagi kehidupan sehari-hari.

Ketiga, mengosongkan perut dengan cara mengambil sedikit saja dari yang halal, karena sesungguhnya makan yang halal itu merupakan pokok segalanya. Sehingga akan menyinari hati dan cermin mata hati itu akan menjadi bersih dari karat yang menyebabkan hati menjadi keras sebagaimana yang diterangkan dalam hadits marfu. 

"Tiga perkara akan membuat hati menjadi keras yaitu suka makan, suka tidur dan suka istirahat."

Keempat, sholat tengah malam yaitu sholat sunnah setelah bangun tidur pada malam hari (tahajud).

Kelima, bersembah sujud atau memperbanyak dzikir pada waktu menjelang Subuh karena dalam waktu itu terdapat ketenangan, dan di sinilah waktu diturunkannya rahmat dari Allah SWT.

Dilansir dari kitab Nashaihul Ibad yang diterjemahkan Abu Mujaddidul Islam Mafa dan diterbitkan Gitamedia Press, 2008.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement