Senin 02 Oct 2023 14:11 WIB

Kuburan Menyempit dan Menghimpit Orang Mati

Alam kubur menjadi gerbang awal kehidupan akhirat.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kuburan
Foto:

Dari beberapa hadits tersebut bahwa alam kubur mengalami penyempitan dan menghimpit ahli kubur. Bahkan sahabat nabi Sa'ad bin Mu'adz pun merasakan menyempitnya kubur. Namun demikian himpitan kubur yang terjadi pada Sa'ad bin Mu'adz hanya sekali saja lalu kubur itu menjadi lapang. Lalu bagaimana dengan nasib umat Muslim atau orang-orang beriman lainnya apakah akan mengalami penyempitan kubur? Apa bedanya dengan orang-orang kafir?

Menurut Asy Suyuthi kubur akan terus menghimpit orang-orang kafir. Tetapi bagi orang Muslim kubur akan menghimpitnya ketika pertama kali jasad itu dimasukan ke dalam kubur. Tapi setelah itu kuburan orang-orang Miskin akan menjadi lapang atau luas. 

قَالَ أَبُو الْقَاسِم السَّعْدِيّ : لَا يَنْجُو مِنْ ضَغْطَة الْقَبْر صَالِح وَلَا طَالِح غَيْر أَنَّ الْفَرْق بَيْن الْمُسْلِم وَالْكَافِر فِيهَا دَوَام الضَّغْط لِلْكَافِرِ وَحُصُول هَذِهِ الْحَالَة لِلْمُؤْمِنِ فِي أَوَّل نُزُوله إِلَى قَبْره ثُمَّ يَعُود إِلَى الِانْفِسَاح لَهُ

Artinya: Abul Qasim As Sa'di mengatakan, "Tidak ada orang yang selamat dari himpitan kubur, baik yang saleh maupun yang jelek. Hanya saja, perbedaannya antara seorang muslim dan kafir, seorang kafir terus dihimpit, sedangkan seorang mukmin mendapatkan kondisi ini pada pertama turun ke kuburnya, kemudian dikembalikan ke keluasan." (Jalaluddin As Suyuthi dalam Hasyiyah Suyuthi 'ala Sunan An Nasa'i).

Sementara itu Al Hafizh Adz Dzahabi mengatakan bahwa himpitan kubur pada orang Muslim itu bukanlah azab kubur.  

هذه الضمة ليست من عذاب القبر في شئ، بل هو أمر يجده المؤمن كما يجد ألم فقد ولده وحميمه (3) في الدنيا، وكما يجد من ألم مرضه، وألم خروج نفسه، وألم سؤاله في قبره وامتحانه، وألم تأثره ببكاء أهله عليه، وألم قيامه من قبره، وألم الموقف وهوله، وألم الورود على النار، ونحو ذلك.

فهذه الاراجيف كلها قد تنال العبد وما هي من عذاب القبر، ولا من عذاب جهنم قط، ولكن العبد التقي يرفق الله به في بعض ذلك أو كله، ولا راحة للمؤمن دون لقاء ربه.

"Himpitan ini bukanlah azab kubur sama sekali. Akan tetapi, ini adalah sesuatu yang dirasakan seorang mukmin seperti rasa sakit yang dirasakannya saat kehilangan anak dan orang yang dicintainya di dunia, seperti rasa sakit dari penyakitnya, rasa sakit keluarnya ruhnya, sakit saat ditanya dan diuji di kuburnya, sakit karena pengaruh tangisan keluarganya saat meratapinya, sakit saat bangkit dari kuburnya, sakit saat di mauqif dan huru-haranya, sakit saat mendatangi neraka, dan semacam itu.

Semua kengerian ini bisa jadi dirasakan seorang hamba, tapi itu bukanlah azab kubur, bukan pula azab Jahannam sama sekali. Akan tetapi, seorang hamba yang bertakwa, Allah akan mengasihinya pada sebagian hal itu atau seluruhnya. Dan tak ada ketenangan bagi seorang mukmin sampai bertemu Rabbnya."

 

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement