Rabu 27 Sep 2023 09:46 WIB

Kejamnya Penindasan dan Penyiksaan Kaum Kafir Quraisy pada Muslim di Makkah

Kafir Quraisy dengan segala upaya memaksa umat Islam berpaling dari Allah.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah melakukan tawaf di depan Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Foto:

Adapun penyiksaan dan penindasan kepada selain Rasulullah ﷺ, khususnya kepada kaum lemah, lebih keras mereka lakukan. Misalnya, pamannya Utsman bin Affan ketika dia masuk Islam, dirinya dilipat oleh tikar, lalu dibuatkan asap dari bawah.

Mush'ab bin Umair, setelah masuk Islam, dia diusir oleh ibunya dan tidak diberi makan sehingga kehidupannya sangat sengsara. Padahal sebelumnya dia dikenal sebagai pemuda yang hidup mewah.

Ketika Bilal bin Rabah masuk Islam, oleh tuannya: Umayyah bin Khalaf al Jumahi, ia diikat dengan tali di lehernya lalu diperintahkan anak-anak untuk menariknya mengelilingi Ka'bah. Bahkan lebih kejam dari itu, di suatu hari di musim panas dia diseret keluar lalu di hempaskan ke tanah, kemudian sebongkah batu besar diletakkan di atas dadanya sambil berujar: “Demi Tuhan, engkau akan terus seperti ini hingga mati atau engkau mengingkari Muhammad dan kembali beribadah kepada Latta dan Uzza" Namun dalam kondisi seperti itu beliau hanya mengatakan : “Ahad.... Ahad...” hingga kemudian datang Abu Bakar dan menebusnya dengan sejumlah uang untuk dimerdekakan.

Ammar bin Yasir radhiyallahuanhu dan kedua orang tuanya masuk Islam. Beliau adalah budak pada Bani Makhzum. Orang orang musyrik yang dipimpin Abu Jahal menyeret mereka ke padang pasir dan membiarkan mereka tersiksa di tengah terik matahari yang menyengat. Rasulullah ﷺ sempat melewati mereka, beliau berpesan:

“Sabarlah wahai keluarga Yasir, janji untuk kalian adalah syurga”.

Sang ayah akhirnya syahid...

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement