Selasa 26 Sep 2023 18:47 WIB

Horror PKI di Pinggiran Sungai Bengawan Solo

Kekejaman PKI bunuh banyak orang di Solo.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Keluarga aktivis korban pembantaian PKI menggelar upacara tabur bunga di monumen perisai Pancasila, Pucang Sawit Solo pada Ahad (22/10).
Foto:

Mereka yang jasadnya ditemukan di Kedung Kopi, Sadewo menyebutkan, di antaranya warga Sewu yakni Munawir, Sumiwo, Joko Sasono, Permadi, Saranto, Letnan 2 Suyanto, satu orang warga Pucang Sawit (tak diketahui namanya), dan enam orang lainnya dari Kelurahan di Solo.  

Banyak warga meyakini, orang-orang itu dibunuh dengan cara dipukul kepalanya menggunakan balok kayu.

Di Pucang Sawit terdapat sebuah batu besar yang diletakan di depan Masjid Sowijayan. Batu itu diambil dari Kedung Kopi setelah pembantaian sadis terjadi. Konon, batu itu yang digunakan untuk membunuh 13 orang di Kedung Kopi. Batu itu sengaja ditempatkan di Masjid Sowijayan, sebagai pengingat warga tentang peristiwa tersebut.  

Lalu, bagaimana RPKAD sampai di Kedung Kopi ketika ada penemuan mayat? Jawabannya: Sutiman Dempo. Menurut Sudewo, dari sejumlah orang yang hilang, hanya Sutiman Dempo yang berhasil lolos. Kepada warga, Sutiman juga yang membeberkan lokasi pembataian itu hingga ditemukan RPKAD.  

Bukan hanya Sudewo, hampir setiap warga Sewu yang ditemui Republika, mengetahui dan menceritakan kronologi yang sama tentang lolosnya Sutiman Dempo. Menurut Sudewo, kegiatan aktivis yang menentang PKI ini digiring ke Pulau Kedung Kopi dengan tangan terikat dan ditutup matanya.   

Menurut cerita Sutiman kepada Sudewo, mereka digiring oleh PKI. Sebelumnya, mereka diajak berjalan keliling mengitari sekitar Sewu dan Pucang Sawit. Ketika itu, ikatan kepala Sutiman Dempo tak begitu kuat sehingga ada celah yang memungkinkan dia melihat sekelilingnya. Sesampainya di Kedung Kopi, Sutiman lolos dari pengawasan anggota PKI dan memanfaatkan kesempatan itu.  

“Pak Dempo masuk ke lumpur, terus bisa kabur sampai Sewu lagi. Sampai dia cerita sama warga. Katanya ditangkap terus ada yang dibunuh di pulau. Kemudian lapor, RPKAD datang minta ditunjukan tempatnya,” kata Sudewo.  

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement