Selasa 26 Sep 2023 18:47 WIB

Horror PKI di Pinggiran Sungai Bengawan Solo

Kekejaman PKI bunuh banyak orang di Solo.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Keluarga aktivis korban pembantaian PKI menggelar upacara tabur bunga di monumen perisai Pancasila, Pucang Sawit Solo pada Ahad (22/10).
Foto:

Cerita warga sekitar, Kedung Kopi mulanya adalah sebuah pulau kecil di tengah Sungai Bengawan Solo. Pulau itu dikelilingi air sungai atau orang Jawa menyebutnya Kedung. Nama Kedung Kopi sudah ada sejak masa penjajahan Belanda karena lokasi itu dijadikan tempat angkut muat komoditas kopi.

Di tempat tersebut juga terdapat rumah gubuk tempat beristirahat dan sebuah makam yang diyakini warga sekitar merupakan makam orang Belanda.  

Sekitar 1970an, pemerintah melakukan pelurusan aliran sungai. Pulau itu pun terkena dampak, yaitu menyatu dengan daratan kampung sekitar. Seiring waktu, banyak hunian warga berdiri. Namun pada 1990an, pemerintah melakukan penertiban hunian di bantaran Sungai Bengawan Solo.  

Aktivis Sosial Kelurahan Pucang Sawit Budi Utama mengatakan meski lokasi tersebut menjadi cagar budaya dan mempunyai cerita sejarah namun sangat jarang orang berkunjung. Bahkan, dia mengatakan, tak satupun lembaga pendidikan yang mengajak siswa-siswanya datang ke tempat itu, untuk mengingat dan mempelajari sejarah.  

“Saya khawatir, kalau Bengawan Solo banjir, monumen bisa terkikis dan hancur. Ini kan sedang ada proyek pembangunan tanggul, kemungkinan nanti akan dipindah,” kata dia, beberapa waktu lalu.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement