Selasa 26 Sep 2023 20:38 WIB

Maulid Nabi Muhammad, Momentum Perdengarkan Sirah Nabi kepada Anak

Nabi Muhammad SAW hidup dari kelahirannya yang terhormat.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
Foto: smileyandwest.ning.com
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW hidup dari kelahirannya yang terhormat. Selama perjalanan hidup beliau, Nabi Muhammad SAW membawa masyarakat kala itu dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.

Rasulullah SAW menunjukkan keshalehan dengan kehidupannya yang bercirikan penuh kasih sayang terhadap mereka yang lemah dan fakir miskin dan anggota keluarganya.

Baca Juga

Nabi SAW juga bersikap penuh keshalehan kepada sanak saudaranya serta keluarga. Beliau SAW membantu dengan harta, pelayanan, pertolongan dan bantuan, serta dengan kunjungan langsung.

Sepatutnya umat Muslim mencontoh segala aspek dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, dan bergembira dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

 

Komisi Fatwa Dar Al Ifta Mesir menyampaikan, kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah salah satu perwujudan rahmat Ilahi di alam semesta. Allah SWT berfirman, "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al Anbiya ayat 107)

Dar Al Ifta menjelaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan pembangkit semangat untuk memetik harapan dan keteguhan hati dari harumnya perjalanan hidup beliau SAW.

Nabi SAW mengejawantahkan makna terbaik kemanusiaan, toleransi, dan belas kasihan ke dalam posisi kenabian yang tetap menjadi mercusuar bagi umat manusia dalam segala aspek kehidupan.

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan, sebagaimana penjelasan Dar Al Ifta.

Pertama, dengan memperkuat ikatan tali silaturahmi, misalnya dengan berkumpul bersama keluarga atau semacamnya. Kedua, Maulid Nabi Muhammad SAW juga merupakan momentum bagi para orang tua untuk memperdengarkan kisah perjalanan hidup Nabi SAW kepada anak, yaitu bisa membacakan biografi Nabi Muhammad SAW kepada anak.

Sebab dengan mengenalkan secara dini kepada anak, anak pun akan tumbuh dengan keshalehan dan akan senantiasa mengerjakan amal kebaikan sebagaimana tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Ketiga, melakukan berbagai tuntunan kehidupan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. Keempat, berkumpul bersama untuk berdzikir kepada Allah SWT.

Di antara hal lain yang bisa dilakukan ntuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah dengan memperbanyak sholawat kepada beliau SAW dan mempelajari jejak sejarah Nabi Muhammad SAW atau sirah nabawiyah.

Perkara besar atau kecilnya jumlah orang yang memperingati Maulid tidak menjadi urgen atau hal yang perlu disoroti. Tetapi isi yang ada di dalam Maulid itulah yang perlu diperhatikan. Pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, hendaknya membaca sholawat Nabi atau mempelajari sirah perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Sumber:

masrawy

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement