Selasa 26 Sep 2023 17:24 WIB

Pedihnya Sakaratul Maut, Ini Kesaksian Umar Bin Khattab Hingga Hasan Al-Bashri  

Sakaratul maut akan dihadapi setiap orang dengan kepedihan berbeda

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Muslim saat melakukan ziarah kubur (ilustrasi).. Sakaratul maut akan dihadapi setiap orang dengan kepedihan berbeda
Foto:

Begitupun dijelaskan Syaddad bin Aus tentang kematian yang begitu mengerikan. Menurutnya sakitnya sakaratul maut lebih sakit dari digergaji dan dipotong dengan pisau.  

Imam Hasan Al-Bashri juga menyatakan betapa mengerikannya sakaratul maut. Bahkan dia sampai tak mau menahan makanan yang telah dihidangkan untuknya saking masih mengingat ngerinya sakaratul maut. 

Pada suatu hari, Imam Hasan al-Bashri pernah menjenguk orang yang sakit dan kemudian orang tersebut mengalami sakaratul maut. Kejadian yang disaksikannya itu, membuat Imam Hasan al Bashri tak menginginkan apapun kendati dirinya disodorkan makanan-makanan. Tetapi yang dia inginkan adalah memperbanyak mengerjakan amal kebaikan.    

ويروى أن الحسن البصري دخل على مريض يعوده فوجده في سكرات الموت، فنظر إلى كربه وشدة ما نزل به، فرجع إلى أهله بغير اللون الذي خرج به من عندهم، فقالوا له: الطعام يرحمك الله، فقال: يا أهلاه عليكم بطعامكم وشرابكم، فوالله لقد رأيت مصرعا لا أزال أعمل له حتى ألقاه 

Baca juga: 5 Dalil yang Menjadi Landasan Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW

 

 

Artinya: “Diriwayatkan bahwa Hasan al-Bashri ketika menjenguk orang yang sakit maka dia mendapati orang yang sakit itu dalam keadaan sedang sakaratul maut. Maka Imam Hasan Al-Bashri melihat penderitaan yang menimpa orang tersebut. Lalu ia menemui keluarga orang yang sakaratul maut itu. Keluarga itu berkata pada Imam Hasan al Bashri, “Silakan makan hidangannya, semoga Allah merahmatimu. Imam Hasan Bashri menjawab: Kalian lebih berhak dengan makanan dan minuman ini. Demi Allah, benar-benar aku telah melihat kematian, saya akan terus beramal hingga saya berjumpa dengannya.” (Dalam kitab At Tadzkirah karya Imam Qurthubi pada babu maa yudzakarul mauta wal akhirota wa yuzahidu fiddunnya/ Bab Mengingat Kematian dan Kehidupan Akhirat serta Zuhud Terhadap Dunia).    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement