Senin 25 Sep 2023 16:41 WIB

Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Hanya Bersama Keluarga Inti, Apa Hukumnya?

Maulid Nabi Muhammad SAW banyak dirayakan umat Islam

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Nabi Muhammad (ilustrasi). Maulid Nabi Muhammad SAW banyak dirayakan umat Islam
Foto:

Abu Syaikh meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa yang dimaksud dengan الفضل adalah ilmu, sedangkan الرحمة adalah Nabi Muhammad SAW. Pendapat yang masyhur yang menerangkan arti الرحمة dengan Nabi Muhammad SAW. Sebab lahirnya Nabi Muhammad SAW adalah rahmat untuk semesta alam.   

 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ  Artinya: “Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Ambiya ayat 107.) Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, mengatakan: 

 وَالْحَاصِلُ اَنّ الْاِجْتِمَاعَ لِاَجْلِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ اَمْرٌ عَادِيٌّ وَلَكِنَّهُ مِنَ الْعَادَاتِ الْخَيْرَةةِ الصَّالِحَةِ الَّتِي تَشْتَمِلُ عَلَي مَنَافِعَ كَثِيْرَةٍ وَفَوَائِدَ تَعُوْدُ عَلَي النَّاسِ بِفَضْلٍ وَفِيْرٍ لِاَنَّهَا مَطْلُوْبَةٌ شَشَرْعًا بِاَفْرِادِهَا. 

Artinya: “Bahwa sesungguhnya mengadakan Maulid Nabi SAW merupakan suatu tradisi dari tradisi-tradisi yang baik, yang mengandung banyak manfaat dan faidah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar. Oleh karena itu dianjurkan dalam syariat dengan serangkaian pelaksanaannya.”  (Lihat Mafahim Yajibu An-Tushahhah, halaman: 340) 

photo
Empat Makna Penting dalam Ayat Laqod Jaakum terkait Nabi Muhammad - (Republika)

Diketahui bahwa peringatan Maulid baru diselenggarakan ratusan tahun setelah beliau wafat. Ada beberapa versi mengenai awal mula diselenggarakannya perayaan maulid nabi ini. Namun pendapat yang paling masyhur digagas pertama kali oleh Sultan Shalahuddin Al Ayyubi (1137-1193). 

Awal mulanya bala tentara Sultan Shalahuddin Al Ayyubi berputus asa menghadapi tentara Nasrani dalam beberapa peperangan (perang salib). 

Lalu sultan memerintahkan kepada para ulama agar memberi semangat kepada umat Islam pada hari-hari menjelang hari kelahiran nabi Muhammad SAW, dengan cara berorasi tentang perjuangan beliau. Hasilnya, semangat juang umat Islam pun bangkit sehingga bisa meraih kemenangan dalam berbagai medan perang.  

Baca juga: Temuan Peneliti Amerika Serikat dan NASA Ini Buktikan Kebenaran Alquran tentang Kaum Ad

Berangkat dari latar belakang seperti itulah para ulama kemudian menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai tradisi dan tentu sangat baik bila kita mengikutinya. 

Hanya saja, peringatan yang kita lakukan sejatinya tidak bergeser dari semangat Sultan Shalahuddin Al Ayyubi yakni mengobarkan semangat juang umat Islam. 

Dan jihad yang dimaksud di sini dan kini bukan lagi secara fisik di medan perang, seperti saat Perang Salib, melainkan secara ruhaniah (jihad An nafs) dalam bentuk lain. 

 

Kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, sikap emosional, dan berbagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW merupakan objek jihad sekaligus musuh-musuh kita sekarang. Semuanya itu justru lebih banyak lahir karena kita kurang meneladani Nabi Muhammad SAW.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement