Sabtu 23 Sep 2023 19:00 WIB

Kegemaran Nabi Muhammad Bersiwak dalam Menjaga Kesehatan Gigi

Nabi Muhammad SAW rutin bersiwak untuk membersihkan gigi.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
 Kegemaran Nabi Muhammad Bersiwak dalam Menjaga Kesehatan Gigi. Foto:  Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto:

Membersihkan Gigi

David Kennedy mendokumentasikan bahwa dampak buruk dari pola makan yang kaya akan makanan manis telah didokumentasikan sejak 1938. Di banyak negara industri, kerusakan gigi menjadi semakin jarang terjadi karena adanya pembaruan kesadaran dan upaya terhadap kesehatan gigi. Namun, di negara berkembang, dimana sebelumnya banyak orang yang bebas dari kerusakan gigi, hal ini menjadi semakin umum.

Dr. Weston Price, seorang dokter gigi, melakukan ekspedisi keliling dunia untuk mencari tahu mengapa, pada umumnya, masyarakat yang tidak tersentuh oleh peradaban modern memiliki gigi yang bagus, sedangkan masyarakat modern memiliki gigi yang relatif buruk. Dia mengumpulkan catatan foto perjalanannya dan menyimpulkan bahwa pola makan adalah penyebabnya. Namun, perawatan gigi yang tepat merupakan faktor kedua yang paling berpengaruh pada orang yang memiliki gigi sehat.

Menurut peneliti, orang-orang dengan gigi terbaik bukanlah mereka yang memiliki sikat gigi sonik terbaik, namun mereka yang menggunakan sikat gigi mereka secara teratur dan setelah setiap ngemil dan makan. Faktanya, budaya kuno dan negara-negara berkembang tidak memiliki teknologi untuk menciptakan mesin seperti itu untuk gigi, namun selalu ada cara yang dapat diandalkan untuk membersihkannya

Orang Indian Amerika menggunakan kulit kayu segar dari  pohon prickly ash untuk membersihkan gigi mereka. Getah dari pohon ini membunuh bakteri. Orang Indian Gurun Mojave menggunakan ranting dari  semak cresote dan penduduk desa di India menggunakan pohon nimba.

Siwak umat Islam

Umat Islam menggunakan apa yang disebut siwak. Siwak adalah kayu kecil yang digunakan untuk menggosok dan membersihkan gigi. Ujungnya dibentuk menjadi sikat dengan cara digigit atau dikunyah, yang berfungsi untuk memisahkan serat dan mengeluarkan khasiat penyembuhan herbal dari ranting tersebut. Beberapa keunggulan siwak adalah tidak memerlukan pasta gigi, air atau tempat khusus untuk menggunakannya, serta mudah dibawa dalam dompet atau saku.

Sikat gigi ini juga sekali pakai dan dapat terurai secara hayati, oleh karena itu, sikat gigi ini merupakan sikat gigi yang paling aman bagi lingkungan. Beberapa orang bahkan percaya bahwa ini bekerja lebih baik daripada sikat gigi.

Sulit membayangkan berbicara dengan Allah (melalui sholat dan doa) dengan bau mulut dan gigi kotor, sama sulitnya membayangkan berbicara kepada seorang teman ketika Anda menderita bau mulut dan gigi kotor. Namun alasan yang lebih kuat untuk menggunakan siwak adalah karena disunnahkannya

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad (saw) bersabda, “Seandainya aku tidak membebani orang-orang beriman secara berlebihan, niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak  pada  setiap shalat,” (Imam Muslim, Jilid 1).

Menurut para peneliti, pembersihan gigi secara teratur dan pola makan yang tepat inilah yang membedakan antara gigi sehat dan tidak sehat. Menjaga kebersihan gigi sama pentingnya secara Islam dan medis.

Nabi sendiri (saw), biasa menggunakan  siwak setiap kali hendak shalat. Ilmu pengetahuan modern menyarankan kita sebaiknya mengikuti teladan beliau.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement