Rabu 20 Sep 2023 14:21 WIB

Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Umat Muslim biasa menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Perayaan Maulid Nabi Muhammad  (ilustrasi).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Perayaan Maulid Nabi Muhammad (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Muslim biasa menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk memperingati hari lahir beliau pada tanggal 12 Rabiul Awal. Lembaga Fatwa Mesir, Dar Al Ifta menyatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk kecintaan seorang Muslim kepada Rasulullah SAW.

Sekaligus merupakan wujud kegembiraan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas datangnya risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Umat Islam biasa mengadakan peringatan Maulid Nabi selama berabad-abad, dan para ulama telah sepakat mengenai hal tersebut.

Baca Juga

Maulid Nabi Muhammad SAW merujuk pada berkumpulnya orang-orang yang berdzikir dan melantunkan doa serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau SAW, sebagai amal kebaikan kepada Allah SWT.

Ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW merupakan ungkapan kegembiraan pada hari datangnya baginda Nabi Muhammad SAW ke dunia ini.

 

Anggota Dewan Ulama Besar Mesir, Syekh Ali Jum'ah menjelaskan, suatu kali Nabi SAW pernah ditanya soal puasa di hari Senin dan Kamis, lalu Nabi SAW bersabda:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَأُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

"Itu adalah hari kelahiranku, dan hari turunnya wahyu padaku." (HR. Ahmad)

Nabi Muhammad SAW telah membawa kemuliaan akhlak. Dan dari hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW menunjukkan bahwa beliau SAW beribadah di hari tersebut. Artinya bahwa ada berkah di dalam hari lahir Nabi Muhammad SAW sehingga patut disyukuri oleh umat Muslim, yakni dengan melaksanakan ibadah puasa.

Ulama Mesir lainnya, Dr Usama Fakhry Al Jundi mengutip ayat Alquran sebagaimana berikut ini.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS. Ali Imran ayat 164)

"Karena itu, datangnya Nabi Muhamamd SAW adalah berkah dari Allah SWT," kata Usama Fakhry Al Jundi, dilansir Elbalad.

Al Jundi juga menyampaikan, selama umat Muslim mengenal hari ketika Nabi SAW berdakwah, hari ketika beliau hijrah, hari ketika Perang Badar terjadi, hari terjadinya Fathu Makkah, dan hari ketika Nabi SAW melakukan perjalanan Isra Miraj.

"Semua hari-hari tersebut dan semua peristiwa itu, adalah turunan dari satu sumbernya, yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Memperingati hari kelahiran Nabi SAW, berarti memperhatikan tuntunan Nabi Muhammad dalam setiap tindakan, baik itu perkataan, perbuatan, perilaku, urusan, pemikiran dan dalam segala hal," jelasnya.

 

 

sumber : Elbalad
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement