Senin 18 Sep 2023 20:30 WIB

Agar Sholat Kita Khusyuk

Imam Al Ghazali memberikan nasihat agar sholat khusyuk.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi sholat khusyuk / sujud
Foto: Dok Republika
Ilustrasi sholat khusyuk / sujud

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK --Sebaik-baiknya sholat seorang hamba adalah yang khusyuk dalam sholatnya, yakni ia dapat memfokuskan hatinya dalam sholatnya sehingga tidak ada hal lain selain Allah Ta'ala. 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Baca Juga

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya (Alquran surat Al Mu'min ayat 1-2).

Lalu bagaimana agar bisa khusyuk dalam sholat? Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah memberikan tuntunan agar sholat bisa khusyuk. Untuk mencapai khusyuk dalam sholat, seseorang harus memperhatikan beberapa hal sebelum sholat, di antaranya adalah taharah. Dalam berwudhu hendaknya seorang melakukannya dengan sempurna atau tidak asal-asalan. Jangan sampai ada bagian wudhu yang tak terbasuh. Lalu, bila terdapat najis di badan hendaknya untuk menghilangkannya.

Untuk mencapai khusyuk dalam sholat, hendaknya seseorang juga memperhatikan pakaian dan tempat sholat. Gunakanlah pakaian yang suci dan layak, sopan, dan menutup aurat. 

Setelah itu berdiri tegak menghadap kiblat dengan posisi kaki sejajar tetapi tidak terlalu renggang dan tidak pula rapat. Imam Al Ghazali menyarankan agar sebelum takbiratul ihram hendaknya membaca surat An Nas terlebih dahulu agar terhindar dari bisikan setan. 

Fokuskan hati dan hilangkan setiap pikiran-pikiran lainnya. Fokuslah pada sholat dan Allah ta'ala. Bayangkan atau merasakan bahwa diri sedang berdiri dan bermunajat di hadapan Allah taala. Maka hendaknya malu bila menghadap Allah dalam keadaan lalai. 

فإذا فرغت من طهارة الحدث ، وطهارة الخبث في البدن والثياب والمكان . ومن ستر العورة من السرة إلى الركبة. فاستقبل القبلة قائما مراوحا بين قدميك. بحيث لا تضمهما. واستو قائما . واقرأ (قل أعوذ برب الناس) تحصنا من الشيطان الرجيم . وأحضر قلبك ، وفرغه من الوساوس. وانظر بين يدي من تقوم ومن تناجي. واستحي أن تناجي مولاك بقلب غافل وصدر مشحون بوساوس الدنيا وخبائث الشهوات . 

Artinya: Ketika engkau telah selesai membersihkan diri dari hadats dan najis di badan, pakaian dan tempat, serta telah menutup aurat (bagi laki-laki sekurang-kurangnya menutup bagian) dari pusar hingga dengkul. Maka menghadaplah ke kiblat dengan berdiri sejajar kedua kakimu sekiranya tidak terlalu rapat, dan tegaplah berdiri. Dan bacalah surat An Nas agar dijaga dari setan yang terkutuk. Dan hadirkanlah hatimu, dan kosongkan hatimu dari godaan setan, dan bayangkanlah di depan siapa engkau berdiri, dan di depan siapa engkau bermunajat. Malulah engkau bermunajat kepada Allah dengan hati yang lalai, dengan dada yang dipenuhi dengan godaan dunia dan kotoran kesenangan nafsu. (Lihat kitab Bidayatul Hidayah halaman 133-134 cetakan Darul Minhaj Lebanon Beirut).

Hendaknya seorang yang akan sholat menyadari bahwa Allah ta'ala itu melihat setiap isi hati hambaNya. Maka hendaknya khusyuk dalam sholat. Sebab menurut Imam Al Ghazali sholat seorang hamba yang diterima Allah taala sesuai dengan kadar kekhusukannya. 

Imam Al Ghazali pun memberi tips bila seorang hamba sulit khusyuk sholat. Maka hendaknya seorang bisa membayangkan orang yang paling dihormati dan diseganinya sedang memandanginya melihat sholatnya. Setelahnya maka akan hadir rasa malu dan introspeksi bahwa bagaimana bisa ketika dilihat orang lain maka mengerjakan sholat dengan sebaik-baiknya sedangkan bila tidak ada satupun orang yang melihat maka mengerjakan sholat dengan seadanya. Sedangkan sejatinya Allah selalu melihat setiap keadaan hambaNya. 

وعلم: أنه عز وجل مطلع على سريرتك. وناظر إلى قلبك. وإنما يتقبل الله صلاتك بقدر خشوعك وتواضعك وخضوعك وتضرعك. فاعبده في صلاتك كأنك تراه. فإن لم تكن تراه فإنه يراك. فإنلم يحضر قلبك ، فهذا لقصور معرفتك بجلال الله تعالى. فقد أن رجلا صالحا من وجوه أهل بيتك ينظر إليك ، ليعلم كيف صلاتك ، فعند ذلك يحضر قلبك. وتسكن جوارحك. 

Artinya: Ketahuilah bahwa Allah ta'ala itu melihat atas isi hatimu yakni melihat pada hatimu. Dan sesungguhnya Allah hanya menerima sholatmu dengan sesuai kadar khusyukmu, tundukmu, dan kerendahanmu dan bermohonmu. Maka sembahlah Allah dalam sholatmu seakan-akan engkau melihat-Nya. Bila engkau tidak bisa melihatNya sungguh Allah melihatmu. Maka bila tidak bisa hadir hatimu, karena kurangnya kesadaran mu tentang agunga Allah ta'ala maka bayangkan ada orang saleh dan orang terkemuka di antara keluargamu melihat kepadamu agar dia tahu bagaimana sholatmu. Maka itu bisa hadir hatimu dan tenang anggota badanmu. (Bidayatul Hidayah 135).

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement