Senin 18 Sep 2023 06:54 WIB

Sulit Merelakan? Begini Panduannya dalam Islam

Merelakan merupakan bagian dari mengikhlaskan segala hal.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi berdoa, upaya untuk merelakan dan mengikhlaskan
Foto:

Lantas, bagaimana agar kita bisa melakukannya? Bagaimana kita merentangkan tangan dan secara metaforis merasakan apa yang kita genggam agar terlepas?

Seorang motivator bernama Brendon Burchard menyebut banyak dari kita mengalami kesulitan dan rasa sakit ketika melepaskan, karena keterikatan pada masa lalu. 

Beberapa orang, kata dia, bisa selamanya terpaku pada siapa yang benar dan siapa yang salah, atau siapa yang harus disalahkan atas situasi yang tidak diinginkan saat ini. Sementara banyak yang lain takut untuk keluar dari kebiasaan nyaman yang telah mereka jalani.

"Keputusan ini mungkin tidak sempurna, tetapi mereka tahu apa yang diharapkan, mereka tidak harus menghadapi masa depan yang tidak pasti," kata Stacey.

Ketika seseorang benar-benar berhenti untuk menelaah makna dari kata-kata menakutkan, seperti masa depan yang tidak pasti, maka harus diakui bahwa masa depan tidaklah pasti. Apa yang ada saat ini bisa saja hilang besok dan kehidupan berubah tanpa memperhatikan kenyamanan atau kepastian.

Sebagai umat Islam, kita sudah lebih dulu memulai proses melepaskan karena kita tahu, secara teori atau kenyataan, bahwa melepaskan berarti berserah diri pada kehendak Allah SWT. Setiap umat Islam menyadari bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu yang ada di muka Bumi ini.

"Ketika sehelai daun jatuh dari pohon, hal itu terjadi atas izin dan Kehendak Tuhan. Ketika ranting itu membelok ke arah angin dan selamat dari badai, hal itu terjadi karena Allah telah menetapkan bahwa ranting itu akan terus hidup," ucap dia.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement