Selasa 12 Sep 2023 23:30 WIB

Mengapa Umar Bin Abdul Aziz Perintahkan Sedekah Saat Terjadi Gempa? Ini Jawabannya

Umar bin Abdul Aziz gunakan momentum gempa untuk perintah sedekah

Rep: Rossi Handayani , Dwina Agustina/ Red: Nashih Nashrullah
Seorang pria berdiri di samping hotel yang rusak pasca gempa di desa Moulay Brahim, dekat pusat gempa, di luar Marrakesh, Maroko, Sabtu, (9/9/2023).
Foto: AP Photo/Mosa'ab Elshamy
Seorang pria berdiri di samping hotel yang rusak pasca gempa di desa Moulay Brahim, dekat pusat gempa, di luar Marrakesh, Maroko, Sabtu, (9/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gempa bumi pernah terjadi dari zaman dahulu hingga sekarang. Di masa islam, gempa pernah terjadi selama masa kepemimpinan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, kemudian kembali terjadi dalam pemerintahan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. 

Seperti dikutip dari Fiqih Kontemporer oleh Abu Ubaidah, Dahulu, tatkala terjadi gempa pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz rahimahullah, beliau menulis surat kepada para gubernurnya untuk bersedekah dan memerintah rakyat untuk bersedekah. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 5/337, Ibnu Abi Dunya dalam al-’Uqubat no 23 dengan sanad jayyid (bagus).

Baca Juga

Terlebih lagi orang kaya, pengusaha, pemerintah, dan bangsawan, hendaknya mereka mengeluarkan hartanya untuk membantu para korban. 

Apabila muslim saat ini dalam kenikmatan dan kesenangan, bisa makan, minum, dan memiliki rumah, maka ingatlah saudara-saudaramu yang terkena bencana. Saat ini mereka sedang kesusahan dan kesulitan. Maka ulurkanlah tanganmu untuk membantu mereka semampu mungkin. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ

“Barangsiapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat.” (HR Muslim: 2699)

Dan hendaknya para relawan saling membantu dan saling melengkapi antar sesama sehingga terwujudlah apa yang menjadi tujuan mereka, jangan sampai ada terjadi pertengkaran atau perasaan bahwa dia adalah orang yang paling pantas dibanding lainnya.

Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan, lebih dari 2.800 orang tewas, termasuk anak-anak, dan ribuan lainnya terluka. Pihak berwenang khawatir jumlah ini kemungkinan akan bertambah.

Baca juga: 5 Fakta Ini Jelaskan Mengapa Bangsa Romawi Diabadikan dalam Alquranx

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan, pusat gempa yang terjadi setelah pukul 23.00 waktu setempat, berada 75 kilometer barat daya Marrakesh pada kedalaman 18,5 kilometer. UNESCO menyatakan, kerusakan besar dilaporkan di Marrakesh.

Badan Anak-anak PBB (UNICEF) pada Senin (11/9/2023), sekitar 100 ribu anak terkena dampak gempa bumi dahsyat yang melanda Maroko pada pekan lalu. Menurut perkiraan PBB, lebih dari 300 ribu orang terkena dampak di Marrakesh dan Pegunungan Atlas Tinggi setelah gempa berkekuatan 6,8 skala Richter.

"Meskipun UNICEF belum mengetahui jumlah pasti anak-anak yang terbunuh dan terluka, perkiraan terbaru pada 2022 menunjukkan bahwa anak-anak mewakili hampir sepertiga populasi di Maroko," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan dikutip dari Anadolu Agency.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement