Ahad 24 Sep 2023 19:07 WIB

Tiga Hal Ini Membuat Sahabat Nabi Tertawa dan Menangis

Sahabat heran dengan orang yang menghabiskan hidupnya dengan memburu dunia.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Arsitektur Masjid Kilakari Juma di India. Bangunannya terinspirasi oleh Kuil Ramanathaswamy yang terkenal di pulau terdekat Rameswaram.
Foto: The Siasat Daily
Arsitektur Masjid Kilakari Juma di India. Bangunannya terinspirasi oleh Kuil Ramanathaswamy yang terkenal di pulau terdekat Rameswaram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak manusia lupa akan kematian dan kehidupan setelahnya. Seolah-olah akan terus hidup di dunia, sehingga saban hari, waktunya habis untuk mengejar-ngejar dunia.

Padahal secuil pun tak ada perkara dunia yang akan dibawanya ke akhirat. Salah satu sahabat Nabi SAW, yakni Abi Darda Al Anshari pun mengutarakan keheranannya dengan orang-orang yang menghabiskan waktu hidupnya dengan terus-menerus memburu dunia.

Baca Juga

Ia mengungkapkan ada tiga hal yang membuatnya tertawa saking herannya, dan ada tiga hal yang membuatnya menangis karena takut dan khawatirnya.

Tiga hal yang membuatnya tertawa saking herannya di antaranya adalah: pertama, manusia yang terus mengharap atau mengejar-ngejar perkara dunia padahal kematian sedang memburunya. Maksudnya jarak antara kematian dengan orang tersebut sangat dekat, tapi orang itu justru lebih mementingkan dunia dan tak mempersiapkan untuk menghadapi kematian.

Kedua, manusia yang lalai, sedangkan dia tidak menyadari bahwa dia tak dilupakan kematian. Yakni orang yang yang lupa kematian akan datang, dan kelak di hari kiamat dia akan mempertanggungjawabkan semua amalnya.

Ketiga, orang yang berlebih-lebihan dalam kegembiraannya, sementara dia melupakan Allah ta'ala apakah amal yang telah dikerjakannya mendapat ridho Allah atau justru mendapat murkaNya.

Sedangkan tiga hal yang membuat Abu Darda menangis karena takut dan khawatir di antaranya adalah: pertama, karena berpisah dengan Rasulullah SAW dan sahabat yang telah wafat. Kedua, karena takut menghadapi dahsyatnya sakaratul maut.

Ketiga, karena kelak akan mempertanggung jawabkan semua amal di hadapan Allah, dan Allah akan membuka semua catatan-catatan amalnya, sedang ia tak mengetahui apakah akan masuk surga atau neraka. Hal itu membuatnya khawatir.

وقال أبو الدرداء رضي الله عنه: أضحكني ثلاث وأبكاني ثلاث. أضحكني مؤمل دنيا والموت يطلبه. وغافل ليس بمغفول عنه. وضاحك بملء فيه لا يدري أرضى الله أم أسخطه. وأبكاني فراق الأحبة محمد ﷺ وحزبه. وأحزنني هول المطلع عند غمرات الموت. والوقوف بين يدي الله تبارك وتعالى يوم تبدو السريرة علانية. ثم لا يدري إلى الجنة أو إلى النار. خرجه ابن المبارك قال: أخبرنا غير واحد عن معاوية بن قرة قال: قال أبو الدرداء فذكره.

Abu Darda r.a berkata: tiga perkara yang membuat aku tertawa (sebab heran) dan tiga perkara yang membuat aku menangis. Yang membuatku tertawa, pertama, menghadap-harap dunia sedang kematian memburunya. Kedua, lalai tapi sedangkan dia tidak dilupakan dari kematian, dan engkau tertawa terbahak-bahak sedang tidak mengetahui apakah Allah ta'ala meridhoi atau membencinya. Dan yang membuatku menangis, pertama, berpisah dengan kekasihku Muhammad SAW dan para sahabatnya. Kedua, dan aku amat merasa ketakutan saat menghadapi maut. Ketiga, saat berdiri dihadapan Allah taala pada hari ditampakkan rahasia-rahasia. Kemudian aku tidak mengetahui akan masuk ke surga atau ke neraka. (Diriwayatkan Ibnu Mubarok , dia berkata: diceritakan pada oleh Muawiyah bin Qurrah dia berkata: Abu Darda Darda berkata, maka dia menyebutkannya,). (Lihat Imam Qurthubi dalam kitab at Tadzkirah halaman 300 yang diterbitkan Maktabah Darul Minhaj).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement