Rabu 06 Sep 2023 22:15 WIB

Bagaimana Laut Merah Bisa Terbelah oleh Tongkat Nabi Musa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Allah SWT menunjukkan mukjizat terbelahnya Laut Merah

Laut Merah.  Allah SWT menunjukkan mukjizat terbelahnya Laut Merah
Foto: Dok Istimewa
Laut Merah. Allah SWT menunjukkan mukjizat terbelahnya Laut Merah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Secara geografis, Laut Merah sebenarnya adalah merupakan perairan teluk yang berhubungan langsung dengan Laut Arab di sisi selatan. Negara-negara yang memiliki wilayah perairan di sepanjang Laut Merah, antara lain Arab Saudi, Mesir, Sudan, Eritrea, dan Etiopia, atau yang biasa disebut negara-negara Maghribi. Sedangkan, di sisi utara terdapat terusan bernama Terusan Suez yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania.

Lebar lautan yang menjadi pembatas wilayah benua Asia dan Afrika ini di lokasi terjauh mencapai jarak 300 km. Sedangkan, panjang satu sisi pesisir Laut Merah mencapai sekitar 1.900 km. Dan, kedalaman lautnya di tempat yang terdalam mencapai 2.500 meter.

Baca Juga

Penjelasan secara ilmiah menyebutkan, warna merah yang muncul di permukaan laut  bila dilihat dari atas itu disebabkan banyaknya plankton jenis Trichodesmium erythraeum. Namun, ada juga yang menyebutkan nama Laut Merah berawal dari gunung di sekitar Laut Merah yang berwarna merah.

Suhu permukaan Laut Merah dari pendataan selama ini selalu konstan pada angka kisaran 21-25°C. Di wilayah ini juga sering terjadi angin kencang dan arus lokal yang membingungkan. Fakta ilmiah mengenai seringnya terjadi angin kencang dan arus lokal tersebut sepertinya menjadi jawaban mengapa Laut Merah bisa menyibak saat Nabi Musa akan menyeberangi laut ini.

 

Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah tersebut diperkirakan terjadi sekitar 3.500 tahun silam. Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 50 disebutkan:

 وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ "Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan."

Sejarah ini diperkuat dengan ditemukannya bangkai kereta kuda dan tulang-belulang manusia di Laut Merah yang diduga merupakan pasukan dan pengawal Fir'aun.

Berdasarkan penelitian ilmiah, lokasi penyeberangan Nabi Musa AS diperkirakan berada di wilayah Nuwaiba, Semenanjung Sinai, Mesir. Kedalaman maksimum perairan di kawasan ini sekitar 800 meter ke arah Mesir dan 900 meter ke arah Arab.

Baca juga: 14 Keistimewaan Alquran yang Tak Terbantahkan Sepanjang Masa 

Sedangkan, jarak Nuwaiba di sisi timur Laut Merah hingga Semenanjung Arab di sisi barat sekitar 1.800 meter. Lebar lintasan saat Nabi Musa menyeberangi Laut Merah diperkirakan mencapai 900 meter.

Berdasarkan data tersebut, bisa dibayangkan berapa besar energi yang dibutuhkan  untuk menyibakkan air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1.800 meter. Apalagi waktu tersibaknya Laut Merah cukup lama karena Bani Israil yang menyertai Nabi Musa AS menyeberangi Laut Merah mencapai 600 ribu orang.

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement