Rabu 06 Sep 2023 20:09 WIB

Dalam Islam Juga Mengenal Istilah Pembunuhan Karakter dan Dampaknya yang Berbahaya

Islam melarang pembunuhan karakter sesama umat manusia

Bergunjing, ghibah (ilustrasi). Islam melarang pembunuhan karakter sesama umat manusia
Foto: republika
Bergunjing, ghibah (ilustrasi). Islam melarang pembunuhan karakter sesama umat manusia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Segala bentuk pengrusakan terhadap kehormatan orang lain tidaklah dibenarkan dalam pandangan agama. 

Memang benar membunuh karakter tidak seberat membunuh jiwa secara fisik dengan racun atau senjata. 

Baca Juga

Namun, pembunuhan karakter dalam berbagai bentuknya tersebut merupakan perbuatan yang merugikan orang lain yang jelas-jelas dilarang Islam. 

Pribadi Muslim seharusnya mampu bersaing secara profesional dan mengedepankan kejujuran. 

 

Karakter dalam pandangan sekelompok orang adalah hal yang sangat berharga, bahkan melebihi segalanya. Demi menumbuhkan karakter yang baik di mata publik, berbagai cara terkadang harus ditempuh, yang terpenting baginya adalah bagaimana cara publik memandangnya sebagai sosok yang mempunyai citra dan menjadi seorang yang memiliki pribadi berkarakter. 

Pencitraan pada dasarnya bukanlah suatu hal yang dilarang dalam agama selama dilakukan dengan cara yang legal dan tanpa kebohongan. 

Meskipun, dalam persepsi tasawuf, pencitraan sangat sulit disinkronkan dengan keikhlasan dalam hidup, namun persaingan bebas itu seringkali menghalalkan segala cara, termasuk dengan cara membunuh karakter rival. 

Allah SWT mengajarkan doa agar jangan sampai kerakter kita dirusak oleh orang-orang yang hatinya dipenuhi rasa kedengkian (hasud). Firman Allah SWT: 

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ Dan (Aku berlindung) dari kejahatan  orang yang dengki (hasud) apabila ia dengki.” [QS  Al-Falaq (113): 5] Orang yang terserang penyakit dengki hatinya tidak akan rela jika melihat orang lain sukses atau menang. 

Baca juga: 14 Keistimewaan Alquran yang Tak Terbantahkan Sepanjang Masa 

Dan, sesungguhnya kedengkian hanya membawa mudharat pada diri sendiri.  Beragam bentuk pembunuhan karakter, mulai sekadar menghina di depan umum hingga berbagai bentuk lain. Dalam Alquran surah Al-Hujurat: 12, Allah SWT melarang umatnya membunuh karakter sesama saudara dengan saling menggunjing (ghibah). Firman Allah SWT: 

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ "Dan janganlah sebagian kamu  menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya." [QS Al Hujurat (49) : 12]. 

Menggunjing (ghibah) dalam ayat ini digambarkan dengan memakan daging bangkai dan daging itu adalah daging saudara sendiri.Mengadu domba dan menfitnah adalah perbuatan yang biasa dilakukan untuk membunuh karakter seseorang, padahal jelas sekali bahwa Islam melarang fitnah dan mengadu domba. 

Baca juga: 8 Dalil Berikut Ini Semoga Membuat Kita Segera Terinspirasi Baca Alquran

Sebaliknya, dalam berbagai hadis Rasulullah SAW mengajurkan agar kita bisa menjadi sosok perdamaian dalam pertikaian. 

Rasulullah SAW sendiri telah memberikan teladan perdamaian ketika meletakkan Hajar Aswad saat direnovasi.

Para ulama pun telah merumuskan bahwa filosofi hukum atau maqashid syariah hukum-hukum Islam adalah berkisar pada lima hal: hifdzud din (menjaga agama), hifdzun nafsi (menjaga nyawa), hifdzul `aql (menjaga akal sehat), hifdzul mal (menjaga kekayan atau properti), dan terakhir hifdzul a`radh atau menjaga kehormatan.       

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement