Rabu 06 Sep 2023 08:57 WIB

Tuntunan Imam Al Ghazali demi Meraih Keberkahan Waktu

Dalam menjalani hidup, jangan sampai mengisi waktu dengan sekadarnya.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Kegiatan belajar mengaji Alquran (ilustrasi)
Foto: Dokumen
Kegiatan belajar mengaji Alquran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang-orang yang dapat mengatur waktunya untuk mengerjakan amal-amal saleh akan menemukan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Oleh karenanya, waktu sangat berharga. Orang yang dalam hidupnya sering membuang-buang waktu tanpa adanya melakukan amal yang manfaat bagi dirinya ataupun orang lain, maka akan binasa di kemudian hari.

Baca Juga

Allah SWT berfirman:

وَالۡعَصۡرِۙ . اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ . اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ .

Artinya: Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (Alquran surat Al Asr ayat 1-3).

Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah memberikan tuntunan agar memperoleh keberkahan waktu. Ia mengatakan agar dalam menjalani hidup jangan sampai mengisi waktu dengan sekadarnya saja. Maksudnya, jangan sampai tidak ada perencanaan amal dalam setiap harinya.

Karena itu, menurut Imam Al Ghazali, hendaknya untuk mengatur atau merencanakan amal atau pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan pada hari tersebut. Dengan mengatur atau merencanakan pekerjaan yang akan dilakukan tanda seseorang telah bertanggung jawab terhadap dirinya dan terhadap waktu yang diberikan Allah ta'ala.

Maka, seorang Muslim harus dapat mengatur dan membagi waktu dari pagi hingga malam untuk belajar atau mengajar, untuk berdzikir, untuk bekerja, untuk bersilaturahim, dan sebagainya.

Bila telah mengatur waktu dan merencanakan dan amal yang akan dikerjakan seharian penuh, maka hendaknya fokus untuk melakukannya dan tidak beralih atau mengutamakan kegiatan lain yang berada di luar perencanaan. Dengan cara itu, maka menurut Imam Al Ghazali seorang hamba akan memperoleh keberkahan waktu.

ولا ينبغي أن تكون أوقاتك مهملة ، فتشتغل في كل وقت بما اتفق كيف اتفق ، بل ينبغي أن تحاسب نفسك ، وترتب وظائفك في ليلك ونهارك . وتعين لكل وقت شغلا لا يتعداه ولا تؤثر فيه سواه ، فبه تظهر بركة  الأوقات.

Dan tidak seyogianya waktu-waktumu terbuang sia-sia, yaitu engkau sibuk dalam setiap waktu dengan mengerjakan perbuatan sekadarnya saja. Tapi seyogianya engkau bertanggung jawab terhadap dirimu, dengan mengatur tugasmu di waktu malam dan siang. Dan engkau menentukan kesibukan untuk tiap waktu yang tidak engkau melewatkan kesibukan itu dan engkau tidak memilih kegiatan yang lain, dengan begitulah nyata jelas keberkahan waktu.  (Lihat kitab Bidayatul Hidayah halaman 120 cetakan Darul Minhaj Lebanon Beirut).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement