Senin 04 Sep 2023 22:47 WIB

10 Hal yang Disunnahkan untuk Mandi

Mandi dilakukan untuk menghilangkan hadas besar.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Erdy Nasrul
Dokter ini telah bertahun-tahun tak mandi dan meminta orang-orang mengikutinya. (ilustrasi)
Foto:

4. Mandi untuk setiap kali Jima' 

Pada dasarnya beberapa kali jima' cukup dilakukan sekali mandi. Namun jika setiap masing-masing jima' dia mandi, hal itu disunnahkan. 

Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ berkeliling ke rumah istri-istrinya, dan beliau mandi di rumah masing-masing. Ketika ditanya apakah tidak cukup mandi sekali saja, beliau menjawab:  

"Ini lebih baik dan lebih bersih" (Riwayat Abu Daud dan Nasa'i). 

5. Setelah memandikan mayat 

Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang memandikan mayat, hendaklah dia mandi" (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi) 

6. Mandi setelah menguburkan orang musyrik 

Rasulullah ﷺ memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk menguburkan bapaknya yang meninggal dalam keadaan musyrik, setelah itu beliau memerintahkannya untuk mandi (Riwayat Abu Daud dan Nasa'i) 

7. Mandi untuk wanita yang terkena darah istihadhah setiap kali hendak shalat (fardhu) 

Asalnya wanita yang terkena darah istihadhah tidak diwajibkan mandi, cukup baginya berwudhu setiap kali hendak shalat. Namun disunnahkan baginya mandi jika hendak shalat. 

Sebagaimana perintah Rasulullah ﷺ kepada Ummu Habibah yang terkena darah istihadhah untuk mandi setiap kali shalat (Riwayat Abu Daud). 

8. Setelah pingsan

Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ di akhir hayatnya sempat beberapa kali pingsan, setiap kali siuman, beliau minta diambilkan air untuk mandi (Muttafaq‘alaih). 

9. Mandi setelah berbekam (hijamah) 

Aisyah radhiallahuanha berkata : 

"Adalah Rasulullah ﷺ, mandi dari empat hal: dari junub, pada hari Jumat, setelah berbekam dan memandikan mayat (Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh lbnu Khuzaimah). 

10. Mandi untuk hari raya dan hari Arafah

 

Seseorang bertanya kepada Ali bin Abi Thalib tentang mandi, beliau berkata : "Mandi hari Jumat, Mandi hari Arafah, mandi hari Nahr (Idul Adha) dan Mandi hari Idul Fitri" (Riwayat Baihaqi. Al-Albany menyatakan bahwa sanadnya shahih sampai ke Ali bin Abi Thalib)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement