Senin 04 Sep 2023 19:21 WIB

Sejarawan Ungkap Gambaran Masjidil Haram dan Masjid Al Aqsa Sebelum Peralihan Kiblat

Masjid Al Aqsa kiblat pertama umat Islam sebelum Kabah di Masjidil Haram

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Nashih Nashrullah
Kompleks Masjid Al Aqsa. Masjid Al Aqsa kiblat pertama umat Islam sebelum Kabah di Masjidil Haram
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Kompleks Masjid Al Aqsa. Masjid Al Aqsa kiblat pertama umat Islam sebelum Kabah di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Berdasarkan nilai sejarah ini, Masjid Al Aqsa  menjadi tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Apalagi, Masjid Al Aqsa  juga pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum datang perintah Allah kepada Rasulullah SAW untuk mengarahkan  kiblatnya ke Baitullah (Kabah) di Masjidil Haram.

Dalam beberapa keterangan disebutkan, ketika Allah SWT memerintahkan sholat menghadap ke Masjid Al Aqsa , hal itu dimaksudkan agar umat Islam dalam shalatnya menghadap ke tempat yang suci, bebas dari berbagai macam berhala dan sesembahan.

Baca Juga

Ketika itu, kondisi Masjidil Haram masih belum berupa bangunan masjid. Sedangkan Kabah, masih dipenuhi berhala-berhala yang jumlahnya mencapai 309 buah dan senantiasa disembah oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam.

Selain itu, bila pada masa tersebut Rasulullah SAW melaksanakan sholat yang menghadap ke Masjidil Haram, hal itu akan membanggakan kaum kafir Quraisy. Kaum Quraisy akan menganggap bahwa Rasulullah SAW juga menyembah berhala-berhala mereka yang ada di Kabah. Inilah salah satu hikmah sholat umat Islam pada masa awal, masih menghadap ke Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa.

 

Baca juga: Kecemburuan Hafshah, Putri Umar Bin Khattab yang Memicu Turunnya Ayat Alquran

Ketika Isra Miraj terjadi, baik Masjidil Haram maupun Masjid Al Aqsa , sebenarnya masih belum berupa bangunan masjid seperti yang ada pada bangunan masjid saat ini. Di Masjidil Haram hanya ada bangunan Ka’bah, sedangkan di Masjid Al Aqsa  hanya ada Qibatush Sakhra. Saat itu, Al Shakhra masih berupa batu di atas gundukan tanah (bukit Moria) yang dipenuhi debu.

Bila kemudian Alquran menyebut bangunan dalam kompleks Baitul Maqdis sebagai masjid, adalah karena Alquran berpegang pada satu pandangan bahwa seluruh tempat ibadah agama tauhid disebut dengan nama masjid.  Hal ini karena seluruh agama yang didakwahkan para nabi, pada awalnya adalah merupakan agama tauhid.

Baca juga: 10 Peringatan dan Bahayanya yang Diabadikan dalam Alquran untuk Umat Manusia

Meski demikian, menelisik sejarah dari keberadaan Masjid Al Aqsa  ini, tak bisa dilepaskan dari sejarah keberadaan Baitul Maqdis atau Al Haram As-Syarif. Ibn Al-Firkah, sejarawan berdarah Arab, dalam bukunya Baith Alnufus ila’Ziyarat Al-Quds Al Mahrus, menyebutkan Sam bin Nuh adalah pendiri Kuil Yerusalem yang dalam bahasa Arab disebut Baitul Maqdis atau Rumah Suci.

Upaya memelihara Baitul Maqdis ini kemudian dilanjutkan nabi-nabi dari Bani Israil. Antara lain, oleh Nabi Ya'qub AS, Nabi Dawud As yang menjadi raja di Yerusalem dan juga Nabi Sulaiman. Bahkan, Nabi Sulaiman menyempurnakan Baitul Maqdis dengan mendirikan Haekal (kuil) Sulaiman I atau Baitallah. Pada bagian kuil tersebut, diletakkan batu hitam bernama Sakhrah Muqaddasah.  

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim... 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement