Ahad 27 Aug 2023 10:00 WIB

Empat Cara Kaum Quraisy Menghalangi Dakwah Nabi Muhammad

Nabi Muhammad selalu optimistis mendakwahkan Islam.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi suasana gurun, tempat Nabi Muhammad dahulu berdakwah.
Foto:

Ketiga, melawan Al-Quran dengan dongeng orang-orang dahulu dan menyibukkan manusia dengan dongeng-dongeng itu, agar mereka meninggalkan Al- Qur'an. Mereka menyebutkan bahwa suatu kali An-Nadhar bin Al-Harits berkata kepada orang-orang Quraisy. "Wahai semua orang Quraisy! Demi Allah, telah datang satu urusan yang kalian belum juga bisa mencari alasan untuk menghadapinya. 

Muhammad adalah seorang pemuda belia di tengah kalian, yang paling kalian ridhai, paling jujur perkataannya dan paling besar amanatnya, sehingga tatkala kalian melihat uban di kedua pelipisnya dan dia membawa apa yang telah dia bawa kepada kalian. 

Tiba-tiba kalian mengatakan, "Dia adalah laki-laki penyihir. Tidak, demi Allah, dia bukanlah laki-laki penyihir. Kita sudah mengetahui para penyihir. hembusan dan buhul talinya. Kalian mengatakan, Dia adalah dukun". Tidak, demi Allah, dia bukanlah dukun. Kita sudah pernah melihat dukun- dukun, yang komat-kamit dan membacakan mantera. Kalian mengatakan, dia adalah penyair. Tidak, demi Allah, dia bukanlah penyair. Kita sudah mengetahui syair dan mendengar semua jenis-jenisnya, baik hazaj maupun rajaz. Kalian berkata, dia adalah orang sinting. Tidak, demi Allah, dia bukan orang sinting. Kita sudah mengetahui orang-orang yang sinting. sementara dia tidak menangis tersedu-sedu, tidak bertindak sekenanya dan tidak berbisik-bisik layaknya orang sinting. Wahai semua orang Quraisy Lihatlah lagi kedudukan kalian. Demi Allah, kini ada urusan besar yang datang kepada kalian."

Kemudian An-Nadhr pergi ke Hirah. Di sana dia mempelajari kisah para raja Persi, perkataan Rustum dan Asfandiyar. Jika Rasulullah mengadakan suatu pertemuan untuk mengingatkan kepada Allah dan menyampaikan peringatan tentang siksa-Nya, maka An-Nadhr menguntit di belakang beliau, lalu berkata, "Demi Allah, penuturan Muhammad tidak sebagus apa yang kututurkan." Lalu dia berkisah tentang raja-raja Persi, Rustum, dan Asfandiyar. Setelah itu dia berkata, "Dengan modal apa penuturan Muhammad bisa lebih baik daripada penuturanku?

Ada riwayat Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa An-Nadhr membeli beberapa penyanyi perempuan dari kalangan hamba sahaya. Selagi ada seorang laki-laki yang menyatakan tidak ingin mendengar apa yang disampaikan Nabi, maka dia menghadiahkan seorang penyanyi itu kepadanya, yang siap melayaninya, menyiapkan makanan, minum, dan menyanyi untuknya, dengan tujuan agar dia tidak condong kepada Islam. Tentang hal ini, turun ayat Al Qur'an,

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

"Dan di antara manusia (ada) orang yang membeli perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan." (Luqman: 6)

 

 

Keempat, menyodorkan beberapa bentuk penawaran, sehingga dengan penawaran itu mereka berusaha untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyah di tengah jalan. Orang-orang musyrik siap meninggalkan sebagian dari apa yang ada pada diri mereka dan begitu pula Nabi. Allah berfirman, "Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)." (Al-Qalam: 9).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement