Sabtu 26 Aug 2023 08:28 WIB

Memilih Istri dalam Islam, Ini Lima Hal yang Perlu Diperhatikan

Karakter sangat penting dalam Islam dan berjalan seiring dengan iman dan ketakwaan.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Suami Istri
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ilustrasi Suami Istri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad mengajari kita dalam banyak hadis tentang berbagai sifat yang dicari seseorang dalam diri seorang pasangan, kepentingan relatifnya, dan mana yang menentukan kesuksesan, serta mendatangkan keberkahan Allah dalam sebuah pernikahan. 

 

Baca Juga

Dilansir di About Islam di antara hadis-hadis tersebut adalah sebagai berikut.

 

 

 

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu mengutip sabda Nabi, “Seorang wanita dinikahi karena empat hal, yaitu kekayaannya, status keluarganya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaknya kamu menikah dengan wanita yang taat beragama; (jika tidak) kamu akan merugi.” (Al-Bukhari)

 

 

Oleh karena itu, ciri-ciri terpenting yang harus diperhatikan dalam diri seorang pasangan adalah sebagai berikut.

 

 

1. Agama

 

Dalam hadits di atas, Nabi menyebutkan berbagai sifat yang dicari orang berdasarkan sifat dan adat istiadatnya pada pasangan.

 

 

Beliau tidak menganjurkan satu pun dari hal-hal tersebut, namun hanya menyatakannya sebagai fakta kodrat manusia, kecuali soal agama, yaitu kesalehan dan keberagamaan calon pasangan.

 

 

Tentang sifat ini, Nabi bersabda, “Maka hendaklah kamu menikah dengan wanita yang beriman; (jika tidak) kamu akan merugi.”

 

 

Urutan ini sangat berbeda dengan pernyataan umum pada awal hadis di atas. Kita harus berhati-hati untuk tidak bersikap dangkal dalam masalah ini. Sekadar berhijab atau memelihara janggut dan sholat di masjid, sebagai pemenuhan syarat ketakwaan secara rutin, tidak dengan sendirinya menjamin hal tersebut.

 

 

Ada banyak orang yang pada pandangan pertama tampak menganut Islam, namun jika diamati lebih dekat, mereka memiliki pemahaman yang menyimpang tentang Islam dan praktik mereka pada kenyataannya mungkin tidak sesuai harapan.

 

 

Umar pernah berkata kepada seseorang yang telah bersaksi tentang kebaikan seseorang dengan melihatnya di masjid bahwa dia tidak mengenalnya selama dia tidak berurusan dengannya yang melibatkan uang, tidak tinggal bersamanya, dan tidak bepergian bersamanya.

 

 

Ciri kesalehan berlaku bagi mempelai laki-laki dan juga mempelai wanita. Hal ini harus menjadi fokus utama baik wali maupun pelamar wanita. Dalam konteks ini, Nabi bersabda,  “Jika seseorang yang membuatmu puas dengan kesalehan dan akhlaknya, datang kepadamu, maka nikahilah dia. Jika kamu tidak melakukan hal ini, akan terjadi kekacauan di bumi dan banyak kejahatan.” (At-Tirmidzi dan lain-lain dan tergolong Hasan)

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement