Rabu 23 Aug 2023 21:16 WIB

Ketika Rasulullah SAW Menahan Ruku untuk Menunggu Ali Bin Abi Thalib, Ini Penyebabnya

Rasulullah SAW menghormati Ali bin Abi Thalib yang memuliakan orang tua

Nabi Muhammad SAW (ilustrasi). Rasulullah SAW menghormati Ali bin Abi Thalib yang memuliakan orang tua
Foto: Dok Republika
Nabi Muhammad SAW (ilustrasi). Rasulullah SAW menghormati Ali bin Abi Thalib yang memuliakan orang tua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menghormat orang yang lebih tua. Ini merupakan tuntunan agung Rasulullah SAW. 

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما مرفوعاً: ليس منا من لم يَرحمْ صغيرنا، ويَعرفْ شَرَفَ كبيرنا

Baca Juga

Dari Abdullah bin 'Amru bin al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū, "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil di antara kami dan tidak mengetahui kemuliaan orang tua di antara kami." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ali bin Abi Thalib terburu-buru pergi dari rumahnya untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah di masjid Nabi. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang lelaki tua, seorang Yahudi tua, yang berjalan menuju arah yang sama. 

Ali, karena kemuliaan dan keluhuran akhlaknya, berusaha memberikan hormat kepada orang yang lebih tua darinya itu, sehingga ia tidak mau mendahului Yahudi tersebut, walau jalannya sangat lamban. 

Sesampainya ia masjid, sholat berjamaah sudah dimulai, bahkan Nabi SAW sudah dalam keadaan ruku bahkan hampir berdiri dari rukunya tersebut. 

Namun, dengan perintah Allah, Jibril turun, lalu meletakkan tangannya di atas bahu Nabi SAW. Jibril menyuruh beliau menahan rukunya, agar Ali tidak sampai kehilangan rakaat pertama.

Setelah shalat selesai dilaksanakan, yang kemudian dilanjutkan dengan zikir, doa, serta mengajarkan ilmu-ilmu dari Alquran kepada sahabat, beliau berpaling kepada Jibril, lalu bertanya tentang sebab gaib yang membuatnya harus memperpanjang ruku. 

Baca juga: 10 Makanan yang Diharamkan dalam Islam dan Dalil Larangannya

Jibril menjawab bahwa sangat tidak patut jika Ali bin Abi Thalib kehilangan pahala yang terdapat pada rakaat pertama sholat Subuh, karena sikap hormat yang ditunjukkannya kepada seorang Yahudi tua yang ditemuinya di tengah perjalanan menuju masjid Nabi.

Setiap manusia, siapapun dia, memiliki hak untuk dihargai, dihormati dan diperlakukan sesuai kedudukan serta kapasitas dirinya. Ada yang layak dihormati karena ilmunya, seperti halnya para ulama, cerdik cendekia, para guru, ilmuwan, dan sebagainya. 

Baca juga: Sosok Perempuan Hebat di Balik Tumbangnya Tiran dan Singgasana Firaun

Ada yang harus dihormati karena sebab hubungan darah dengannya, misal orang tua, kakak, paman, bibi, serta saudara-saudara lainnya. Ada pula yang dihormati karena sebab usianya, di sini ada orang yang lebih tua, ada yang seusia, ada pula yang lebih muda. Semuanya harus diperlakukan secara proporsional sesuai haknya.

Ada pula urutan-urutan prioritas dalam proses hormat-menghormati ini, mana yang paling layak dihormati, mana yang harus lebih dulu dihormati, mana pula yang paling wajib memberi penghormatan dibanding yang lainnya. 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement