Senin 21 Aug 2023 04:45 WIB

Utamakan Sedekah untuk Keluarga Terdekat yang Membutuhkan, Mengapa?

Sedekah untuk keluarga terdekat sangat utama

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Sedekah (ilustrasi). Sedekah untuk keluarga terdekat sangat utama
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Sedekah (ilustrasi). Sedekah untuk keluarga terdekat sangat utama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sedekah merupakan amal saleh yang sangat dicintai oleh Allah swt dan siapa yang melakukannya akan mendapatkan balasan pahala dua kali lipat dari apa yang dilakukannya. Sehingga, sebagai orang Muslim kita dianjurkan untuk bersedekah ketika diberikan rezeki yang berlebih dari Allah swt.

Meski manfaat sedekah begitu besar, tetapi jangan sampai keluarga sendiri justru harus meminta-minta, artinya, tetap ada prioritas, karena hukum sedekah adalah sunnah sedangkan nafkah adalah wajib.

Baca Juga

Ketika hak keluarga sudah tercukupi maka boleh memberikan rezeki yang tersisa untuk disedekahkan. Jadi jangan dibalik ya?

Dikutip dari buku Syajarat al-Ma’arif karya Syekh Al-Izz bin Abdus Salam, Rasulullah SAW bersabda: 

 

أفضل دينار ينُفِقُهُ الرجل: دينار ينفقه على عياله، ودينار ينفقه على دَابَّتِهِ في سبيل الله، ودينار ينفقه على أصحابه في سبيل الله

"Sebaik-baik dinar yang diinfakkan seseorang adalah dinar yang diinfakkan kepada keluarganya dan dinar yang diinfakkan untuk binatang tunggangannya yang digunakan di jalan Allah, juga dinar yang diinfakkan untuk sahabat-sahabatnya di jalan Allah." (HR Muslim dari Tsauban). Pada hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda: 

دينار أنفقته في سبيل الله، ودينار أنفقته في رقبة، ودينار تصدقت به على مسكين، ودينار أنفقته على أهلك، أعظمها أجرًا الذي أنفقته على أهلك

"Dinar yang kau infakkan di jalan Allah, dan dinar yang kau keluarkan untuk membebaskan budak, dinar yang kau sedekahkan untuk orang-orang miskin, dan dinar yang kau infakkan untuk keluargamu, dan yang paling baik dan utama pahalanya adalah dinar yang kau infakkan pada keluargamu (istrimu).” (HR Muslim dari Abu Hurairah). Dia juga bersabda: 

ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا ، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا ، بَيْنَ يَدَيْكَ ، وَعَنْ يَمِينِكَ ، وَعَنْ شِمَالِكَ

"Mulailah dari dirimu dan bersedekahlah atasnya, jika terdapat kelebihan maka berikanlah pada keluargamu, jika terdapat kelebihan maka berikanlah pada kaum kerabatmu, jika masih terdapat kelebihan maka berikan pada orang yang di depanmu, di kanan dan kirimu.” (HR Muslim dari Jabir). Tatkala turun firman Allah SWT yang berbunyi: 

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Ali Imran ayat 92).

Abu Thalhah RA berkata, “Sesungguhnya harta yang paling aku suka adalah kebun (Bairaha) dan sesungguhnya itu akan aku jadikan sebagai sedekah di jalan Allah dan aku akan simpan di sisi Allah SWT, maka simpanlah pada hal yang terbaik menurut pandanganmu. Maka, Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh itu harta yang sangat menguntungkan, itu harta yang sangat menguntungkan." Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan untuk membagikannya pada kerabat-kerabat dekatnya. Maka Abu Thalhah membaginya pada kerabat-kerabatnya dan keluarga dari anak-anak pamannya." (HR AI-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Baca juga: Upaya Para Nabi Palsu Membuat Alquran Tandingan, Ada Ayat Gajah dan Bulu

Maimunah memberitahukan kepada Rasulullah SAW bahwa dia telah membebaskan budak wanita yang dia miliki. Maka Rasulullah SAW bersabda, "Andaikan kau berikan pada bibimu, maka hal itu akan lebin besar pahalanya bagimu." (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Maimunah binti Al-Harits). Rasulullah bersabda: 

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا  “Jika seorang lelaki Muslim menginfakkan harta pada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dari Allah maka yang demikian menjadi sedekah baginya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).

Sedekah pada keluarga terdekat merupakan penyambung tali slaturahim. Sementara tingkatan silaturahim itu sesuai dengan orang yang disilaturahimi. Maka, berbuat baik pada kerabat paling dekat adalah sebaik-baik silaturahim, kemudian pada keluarga terdekat dan dekat. Karenanya, Rasulullah memerintahkan silaturahim kepada kedua orangtua terlebih dahulu kemudian pada yang lebih dekat dan lebih dekat.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement