Sabtu 05 Aug 2023 23:45 WIB

Hikmah Meneladani 25 Nabi

Nabi yang wajib dikenal ada 25 orang.

Rep: C02/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO–Habib Husein Ja'far Al Hadar sempat menyinggung bagaimana meneladani kisah dari 25 nabi. Salah satunya adalah untuk mencari prototipe dari para nabi untuk memecahkan masalah. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Habib Ja'far ketika memberikan uraian di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (5/8/2023). "Bahwa nabi itu yang wajib kita kenal ada 25 yang diceritakan Al-Qur'an. Dari 25 nabi dan rasul yang kita kenal itu semacam prototipe bagi kita, jadi kalau kita itu punya masalah ini tinggal dicari," katanya.

Baca Juga

Tentunya, Habib Ja'far menegaskan bahwa dari prototipe tersebut nantinya bisa meneladani untuk memecahkan masalah tentunya juga yang sesuai dengan kehendak Allah SWT. "Masalah ini juga itu menjadi masalah siapa agar kita bisa mengambil prototipe keteladanan mengatasi masalah itu sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan," katanya. 

Pihaknya menjelaskan bahwa setelah meneladani tinggal mencari kecocokan frekuensi mana nabi yang dirasa lebih pas untuk memecahkan masalah tersebut. 

"Setiap nabi itu punya ciri khasnya tinggal kita ini seperti nabi siapa jalan hidupnya untuk mengambil keteladanan. Jadi setiap nabi itu punya kisah sendiri untuk kita pelajari dan kemudian kita cari kita ini frekuensinya dimana agar kita punya keteladanan," katanya. 

Habib Ja'far juga sempat mencontohkan bagaimana memecahkan masalah seperti yang dihadapi nabi Nuh AS dan Nabi Isa Al-Masih. Dimana mereka dihadapkan di era disrupsi informasi dan hoaks. 

"Kalau kita hidup di era disrupsi informasi itu simbolnya nabi Nuh yang disrupsi air kemudian tapi dia harus bikin perahu. Perahu semacam algoritma terlepas dari disrupsi informasi," katanya menambahkan. 

"Atau juga nabi Isa yang hidup juga di era hoaks seperti sekarang karena difitnah tidak punya ayah hanya punya ibu dan di surat Maryam diperintahkan untuk berpuasa, jadi bulan puasa fisik tapi puasa bicara jadi terhadap tuduhan yang tidak mungkin kamu klarifikasi maka diamlah jangan ambisi untuk mengklarifikasi karena gada habisnya tuduhan tuduhan itu kecuali kritik kita jawab dengan baik," katanya mengakhiri. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement