Rabu 02 Aug 2023 12:26 WIB

Jawaban Sains Mengapa Nabi Adam Lebih Unggul dari Malaikat

Nabi Adam merupakan hamba yang taat kepada Allah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi membaca ayat Alquran tentang penciptaan.
Foto:

Otak manusia yang merupakan organ vital untuk menerima, menyimpan, dan mengeluarkan kembali informasi, terbuat dari unsur-unsur kimiawi yang dijelaskan di atas. Semuanya tersusun menjadi makromolekul dan dalam bentuk jaringan otak. Instrumen penyimpan informasi lainnya yang dimiliki manusia adalah senyawa kimia yang dikenal sebagai DNA atau desoxyribonucleic acid. Baik jaringan otak manusia maupun molekul-molekul DNA terdiri atas unsur-unsur utama C, H, O, N, dan P.

Profesor Carl Sagan dari Princeton University dalam bukunya The Dragon of Eden, memberikan gambaran bahwa manusia memang lebih unggul dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Salah satu bentuk keunggulannya adalah dalam hal kepemilikan sistem penyimpan informasi atau memori.

Sistem penyimpan informasi pada manusia ada dua macam. Pertama, jaringan otak yang menyimpan informasi apapun yang terekam olehnya. Otak manusia mempunyai kemampuan untuk menyimpan informasi sebanyak jutaan gigabyte.

Kedua, DNA-kromosomal, yaitu molekul DNA yang ada di kromosom, yang menyimpan informasi genetik manusia. Informasi bentuk kedua ini akan diturunkan kepada keturunannya. DNA-kromosomal manusia mampu menyimpan memori sangat banyak yang sebanding dengan buku setebal 2.000.000 halaman, atau sebanding dengan 4.000 jilid buku yang masing-masing setebal 500 halaman.

Kedua penyimpan memori canggih ini, yakni otak dan DNA-kromosomal terbuat dari unsur-unsur yang terkandung dalam tanah.

Inilah jawaban mengapa Nabi Adam Alahissalam mampu menangkap dan mengerti semua nama benda yang diajarkan Allah, serta mampu menerangkannya kembali dengan benar. Hal ini disebabkan Nabi Adam sebagai manusia dilengkapi dengan instrumen penyimpan dan pengekspresi kembali memori, yaitu jaringan otak dan DNA yang terdiri dari unsur-unsur tanah itu, tidak demikian halnya dengan malaikat.

Sementara, Iblis menyombongkan diri, mungkin karena kebodohannya dalam memahami ciptaan Allah dengan melecehkan unsur tanah. Pada akhirnya, kekaguman para malaikat tersebut memunculkan pujian dan tasbih mereka kepada Allah SWT.

 

Dilansir dari buku Penciptaan Manusia dalam Perspektif Alquran dan Sains yang disusun atas kerja sama Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 2010.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement