Selasa 01 Aug 2023 22:00 WIB

Ketika Gua Hira Berada di Tengah Bulan yang Terbelah Dua

Kisah terbelahnya bulan dalam Islam bukanlah fiksi.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
 Kisah terbelahnya bulan dalam Islam bukanlah fiksi. Foto: Ilustrasi Bulan di Tahun Hijriyah
Foto: Dom
Kisah terbelahnya bulan dalam Islam bukanlah fiksi. Foto: Ilustrasi Bulan di Tahun Hijriyah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kisah terbelahnya bulan dalam Islam bukanlah fiksi, umat Islam diwajibkan untuk meyakininya. Bahkan para astronom dan ilmuwan kerap menemui bukti-bukti fisik adanya historikal bulan terbelah di masa lampau.

Kisah terbelahnya bulan tak lepas dari salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Ibrahim Mulaakhathir dalam buku Keagungan Nabi Muhammad menjelaskan, di antara keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ialah berupa terbelahnya bulan.

Baca Juga

Peristiwa ini terjadi ketika kaum Quraisy meminta Nabi Muhammad SAW agar memperlihatkan bukti kenabian dan kerasulannya. Tiba-tiba bulan terbelah menjadi dua.

Kemudian beliau berkata kepada mereka, "Lihatlah!". Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Qamar ayat 1-3, "Iqtarabatis Saa'atu wsan shaqqal qamar. Wa iny yaraw aayatany yu'riduu wa yaquuluu sihrum mustamir. Wa kazzabuu wattaba'uuu ahwaaa'ahum; wa kullu amrim mustaqirr."

Yang artinya, "Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya."

Anas meriwayatkan, "Penduduk Makkah meminta Rasulullah untuk memperlihatkan tanda kenabiannya. Maka diperlihatkan kepada mereka bulan terbelah." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam riwayat Imam Bukhari ditambahkan, "Maka diperlihatkan kepada mereka bulan terbelah menjadi dua sehingga mereka melihat Gua Hira berada di antara keduanya."

Ibnu Masud berkata, "Ketika kami bersama Rasulullah SAW di Mina, tiba-tiba bulan terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian di belakang gunung dan satu bagian lagi di depannya. Maka Rasulullah SAW berkata, 'Lihatlah'." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Terbelahnya bulan terjadi sebelum sampainya Islam kepada mereka. Para ulama sejarah mengatakan bahwa orang kafir Quraisy berkehendak untuk menunjukkan kelemahan Nabi Muhammad SAW,  maka mereka meminta banyak hal yang dianggap tidak masuk akal. Di antaranya adalah mereka meminta Nabi untuk membelah bulan.

Mendengar itu, Nabi Muhammad pun memohon kepada Allah, dan terbelahlah bulan di malam Nishfu Sya’ban menjadi dua bagian. Satu tetap berada di tempatnya dan satu di atas gunung Abu Qubais, kemudian kembali menyatu. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement