Ahad 23 Jul 2023 23:00 WIB

Puasa Asyura, Puasa yang Sangat Dianjurkan pada Muharram dan Mengapa Istimewa?

Puasa Asyura mempunyai sejumlah keutamaan

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi puasa. Puasa Asyura mempunyai sejumlah keutamaan
Foto: Republika/Achmad Syalaby Ichsan
Ilustrasi puasa. Puasa Asyura mempunyai sejumlah keutamaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama Muharram terdapat amalan yang dapat dijalankan seorang Muslim, yakni puasa Asyura. Puasa ini dapat menggugurkan dosa-dosa kecil.

Dikutip dari buku 33 Faidah Seputar Asyuro dan Muharram oleh Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid, Puasa Asyura itu menggugurkan seluruh dosa-dosa kecil, bukan menggugurkan dosa-dosa besar.

Baca Juga

Apabila didapati padanya ada dosa-dosa kecil, maka akan digugurkan. Namun jika tidak didapati adanya dosa kecil apalagi besar, maka akan ditetapkan kebaikan baginya dan diangkat derajatnya. 

Namun apabila didapati dosa besar tanpa disertai dosa kecil, maka diharapkan dapat meringankan dosa besarnya (Syarh Shahih Muslim, An Nawawi).

 

Dianjurkan dengan amat sangat untuk berpuasa pada hari Asyura, karena ada hadits yang menyatakan :

«صيام يوم عاشوراء، إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله »

“Berpuasa para hari Asyura, sungguh saya berharap (ihtisab) kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu\" (HR. Muslim)

Muslim dianjurkan untuk berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a) dan ke-10 (Asyuro) sekaligus, untuk membedakan diri dari Yahudi dan Nasrani.  

Sementara itu, menurut para ulama, memiliki tiga tingkatan :

Pertama, berpuasa tiga hari, yaitu pada tanggal 9,10 dan 11 Muharram. Ada riwayat tentang hal ini namun lemah. Ada pula riwayat yang menunjukkan bahwa para salaf mengamalkan hal ini sebagai bentuk kehati-hatian. (Latha’if Al-Ma’arif)

Kedua, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Yang seperti ini banyak disebutkan di dalam hadits dan terdapat sunnahnya.

Baca juga: Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun

Ketiga, hanya berpuasa pada 10 Muharram saja, maka ini boleh dan tidak dibenci. (Zad al-Ma’ad karya Ibnul Qoyyim)

Dianjurkan dengan amat sangat untuk berpuasa pada hari Asyuro, karena ada hadits yang menyatakan :

«صيام يوم عاشوراء، إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله »

“Berpuasa para hari Asyura, sungguh saya berharap (ihtisab) kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Amalan sunnah

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini yakni berpuasa. Inilah ibadah khusus yang ada dalilnya secara khusus. Adapun riwayat-riwayat lain yang menyebutkan ritual-ritual khusus selain puasa maka tidak ada yang sahih. Rasulullah ﷺ bersabda:

‏أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ “Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram. (HR Muslim) 

Hadits ini sangat jelas sekali bahwa puasa sunnah yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah puasa pada Muharram. Maksud puasa di sini adalah puasa secara mutlak. Maka hendaknya kita memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, lebih utamanya ketika hari Asyura.       

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement