Sabtu 15 Jul 2023 13:10 WIB

Pertanyaan-Pertanyan yang akan Disodorkan untuk Manusia Kelak di Padang Mahsyar

Manusia akan menghadapi hari pembalasan kelak di akhirat

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Padang Pasir. Manusia akan menghadapi hari pembalasan kelak di akhirat
Foto: Pixabay
Ilustrasi Padang Pasir. Manusia akan menghadapi hari pembalasan kelak di akhirat

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA— Ketika manusia dibangunkan kembali setelah semesta tiada, ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan Allah SWT. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan penentu amal timbangan manusia kelak. Akan menjadi penghuni surga atau neraka.

Ustadz  Azhar Khalid bin Seff dalam kajian rutin tematik kembali digelar di Masjid Al-Istiqomah, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika.co.id, Sabtu (15/7/2023), menjelaskan pertanyaan pertama yang akan diajukan Allah SWT, kata Ustadz  Azhar adalah tentang usia. 

Baca Juga

"Maksudnya di sini adalah kita gunakan untuk apa usia yang diberikan Allah SWT sewaktu di dunia. Lebih banyak beramal saleh atau sebaliknya," ujarnya.

Manusia kerap terlena oleh godaan dunia. Hari demi hari, tahun demi tahun, dijalani tanpa pernah mengingat akhirat. Padahal usia kita di dunia ini sangat singkat. 

Oleh sebab itu, Ustadz  Azhar mengharapkan agar umur jangan disia-siakan hanya untuk melahap kesenangan dunia. Allah SWT pun pernah berfirman dalam surah al-Zalzalah, yakni barang siapa berbuat kebaikan, walaupun hanya secuil, Allah SWT akan tetap mengetahuinya. 

Sebaliknya, barang siapa berbuat keburukan atau kejahatan, sekecil apapun, akan tetap diketahui oleh-Nya.

Pertanyaan selanjutnya yang ditanyakan kepada manusia di Padang Mahsyar adalah perihal ilmu. Ustadz  Azhar mengatakan, setiap manusia ketika masih di dunia, pasti pernah menuntut ilmu. 

Baik ilmu yang bersifat dunia maupun agama. "Nah, yang akan ditanyakan nanti, apakah kita sudah mengamalkan ilmu kita itu. Apalagi kalau ilmu agama," ujarnya.

Menurut dia, manusia juga kerap lalai terhadap ilmu yang mereka peroleh. Contoh sederhana, menurut dia, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk selalu mendahulukan yang kanan untuk berbuat kebaikan. 

Misalnya, ketika makan diharuskan untuk menggunakan tangan kanan. "Tapi, terkadang masih saja ada yang menggunakan tangan kiri untuk makan. Padahal, mereka tahu ilmunya, tapi tidak diamalkan. Perbuatan kecil seperti ini juga akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah," ujar Ustadz  Azhar.

Baca juga: Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun

Pertanyaan berikutnya adalah perihal harta. Yakni tentang cara-cara seperti apa yang dilakukan untuk memperoleh harta, kemudian digunakan untuk apa harta tersebut. 

Pertanyaan terakhir adalah perihal fisik atau badan kita. "Lebih banyak digunakan untuk berbuat kebaikan dan beramal saleh atau justru sebaliknya," ujar dia.

Ustadz  Azhar mengungkapkan, proses hisab dapat dilalui dengan lancar, umat sebaiknya selalu  mengingat perkataan Nabi Muhammad SAW. Yakni tentang memanfaatkan lima hal sebelum datang lima hal lainnya.

Baca juga: Jalan Hidayah Mualaf Yusuf tak Terduga, Menjatuhkan Buku Biografi Rasulullah SAW di Toko

Ustadz  Azhar menerangkan, lima hal tersebut pertama adalah memanfaatkan sehat sebelum sakit. "Manfaatkan kesehatan sebaik-baiknya untuk beribadah. Sebab, bila sudah sakit, ibadah kita akan terhambat," kata dia.

Kedua adalah memanfaatkan masa muda sebelum tua. Selanjutnya, memanfaatkan kekayaan sebelum datang kefakiran. Kemudian, manfaatkan hidup sebelum mati. 

Menurut Ustadz  Azhar, bila mengingat dan memanfaatkan lima hal tersebut, manusia akan senantiasa terjaga dalam amal saleh. Dengan demikian, ketika hari akhir datang, dia tidak akan gamang menghadapi hisab. 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement