Sabtu 08 Jul 2023 18:29 WIB

Hajar Aswad Semula Berwarna Putih, Mengapa Kini Warnanya Berubah Menjadi Hitam?

Mencium hajar aswad pernah dilakukan Rasulullah SAW

Rep: Imas Damayanti / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi hajar aswad. Mencium hajar aswad pernah dilakukan Rasulullah SAW
Foto: Saudi Gazette
Ilustrasi hajar aswad. Mencium hajar aswad pernah dilakukan Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mencium hajar aswad juga memberikan pelajaran tentang sikap tawadhu atau ketundukan menjalankan perintah Allah SWT. 

Namun yang menarik, Hajar Aswad yang semula berwarna putih ketika pertama kali diturunkan ke muka bumi, kini berwarna hitam. Mengapa demikian?

Baca Juga

Dalam buku Tuntunan Manasik Haji terbitan Kementerian Agama dijelaskan, manusia adalah makhluk mulia dan dimuliakan Allah SWT, sementara batu adalah makhluk mati yang tak berakal. 

Kemuliaan yang diberikan kepada manusia kerap membuatnya lalai dan lupa akan hakikat statusnya sebagai hamba.

 

Maka untuk mengingatkannya, manusia diperintahkan mencium makhluk dengan derajat yang lebih rendah dibanding dirinya, agar dia tak sombong dan jumawa di depan makhluk-makhluk Allah SWT yang lain. Apalagi di hadapan Sang Pencipta.

Abdullah bin Abbas pernah berkata bahwa Hajar Aswad adalah yaminullah fil-ardh (tangan kanan Allah di muka bumi). Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: 

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ يَمِينَ اللّهِ فِي الْأَرْضِ يُصَافِحُ بِهَا عِبَادَهُ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di Bumi yang dengannya Allah menjabat tangan hamba-hamba-Nya”.” (HR Al-Azraqi, Abdurrazzaq dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas RA).

Karena itu, saat mencium Hajar Aswad, manusia diminta untuk betul-betul berserah diri dan tunduk kepada Allah SWT karena hakikatnya dia sedang berhadapan dengan Tuhan penguasa semesta alam. Tunduknya hati dan pikiran akan mengantarkan seseorang mendapatkan siraman rahmat dan pencerahan dari-Nya.

Baca juga: Jalan Hidayah Mualaf Yusuf tak Terduga, Menjatuhkan Buku Biografi Rasulullah SAW di Toko

Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas, diceritakan bahwa Hajar Aswad dulu berwarna putih, tapi karena sering dijamah tangan manusia yang penuh dosa, dia berubah menjadi hitam. Karena berubah menjadi hitam, disebutlah makhluk itu sebagai Hajar Aswad yang dalam bahasa Arab bermakna Batu yang Hitam.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَكَانَ أَشَدَّ بَيَاضاً مِنَ الثَّلْجِ حَتَّى سَوَّدَتْهُ خَطَايَا أَهْلِ الشِّرْكِ.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA). 

Ibnu Hajar al-Asqallani menjelaskan, warna hitam Hajar Aswad memberikan petunjuk bahwa jika warna batu saja dapat berubah menjadi hitam legam karena disentuh manusia yang kerap berbuat salah dan dosa, bagaimana dengan hati manusia?

Tentu hati akan lebih mudah berubah menjadi hitam jika pemiliknya sering berbuat dosa dan kesalahan. Mencium Hajar Aswad mengajarkan manusia agar senantiasa mengingat bahwa daya rusak dosa dan maksiat sangatlah besar. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement