Selasa 13 Jun 2023 14:25 WIB

Makkah Dianggap Belahan Bumi Terbaik dan Pengakuan Nabi Muhammad SAW

Makkah merupakan tanah yang dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya SAW

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Suasana di sekitar Kabah di dalam Masjidil Haram pada Kamis (1/6/2023) pagi.
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Suasana di sekitar Kabah di dalam Masjidil Haram pada Kamis (1/6/2023) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Negeri al-Haram, Makkah, merupakan belahan bumi terbaik yang paling dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan apa alasan dibalik Negeri al-Haram menjadi yang terbaik?

Dikutip dari buku Keutamaan Negeri Al-Haram oleh Prof Mahmud Al-Dausary, Dalam dunia manusia, sudah menjadi kebiasaan manusia bahwa jika mereka mempunyai sesuatu yang berharga dan bernilai, lalu mereka ingin menjaganya, maka mereka akan memilih kotak yang paling baik dan paling bisa menjaganya. Setelah itu, mereka akan memilih tempat yang terbaik dan teraman untuk menjaga dan melindunginya.

Baca Juga

Baca juga: Masuk Islam, Zilla Fatu Putra Umaga Pegulat WWE Ini Beberkan Alasannya yang Mengejutkan

Mereka akan melakukan upaya penjagaan yang tidak biasa mereka lakukan terhadap benda yang lain. Ini adalah kenyataan yang biasa kita lakukan dan dapat disaksikan dari orang lain di sekeliling kita.

 

Lalu bagaimana pula dengan sebuah rumah yang dinisbatkan Allah Ta’ala kepada Diri-Nya yang Mahamulia, serta dijadikanNya sebagai sumber berkah dan petunjuk bagi alam semesta, dan diberikan keistimewaan dengan meletakkan dua batu yang berasal dari surga yaitu al-Hajar al-Aswad dan Maqam Ibrahim, kemudian dijadikan oleh-Nya sebagai kiblat untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dalam sholat, serta ditetapkannya sebagai tujuan utama salah satu syiar ibadah yang terbesar yaitu ibadah Haji.

Dengan demikian, untuk menyempurnakan pemuliaan dan pengagungan tersebut, maka sepatutnya untuk itu dipilih tempat yang paling utama di bumi ini untuk dijadikan sebagai tempat rumah mulia itu dibangun, sudah seharusnya dipilih negeri paling mulia, dan itulah Mekkah al-Mukarramah.

Itulah sebabnya, maka ia menjadi negeri yang paling mulia dan terhormat, karena ia meliputi Baitullah al-Haram. Sebab itulah, Makkah Negeri al-Haram itupun menjadi belahan bumi yang terbaik dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu alaihi wa sallam. Terkait itu, terdapat beberapa haditsnya, antara lain:

1. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Makkah :

مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

“Betapa baiknya engkau sebagai negeri dan betapa aku sangat mencintaimu, andai saja kaumku tidak mengusirku darimu maka aku tidak akan tinggal di tempat lain selainmu.” (al-Tirmidzy (5/723)

2. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika keluar meninggalkan Makkah menuju gua (Tsur), lalu beliau terlihat menoleh ke arah Makkah dan berkata:

وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى  اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ 

“Demi Allah. Engkau adalah negeri Allah yang paling dicintai oleh Allah, dan engkau adalah negeri Allah yang paling aku cintai. Andai saja kaum musyrikin tidak mengusirku, maka akau tidak akan keluar meninggalkanmu." (HR al-Thabary dalam Tafsirnya (26/48), Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (4/176), dan dishahihkan oleh al-Qurthuby dalam Tafsirnya (16/235))    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement