Rabu 31 May 2023 11:35 WIB

Ketika Rasulullah SAW Sampaikan Bahayanya Dajjal dalam Pidato Gerhana Matahari

Dajjal akan muncul kelak sebagai pertanda datangnya kiamat

Rep: A Syalaby Ichsan / Red: Nashih Nashrullah
Fenomena Gerhana Matahari Total (ilustrasi). Dajjal akan muncul kelak sebagai pertanda datangnya kiamat
Foto: VOA
Fenomena Gerhana Matahari Total (ilustrasi). Dajjal akan muncul kelak sebagai pertanda datangnya kiamat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam mengajarkan jika fenomena alam serupa gerhana merupakan bentuk kekuasaan Allah SWT. Pada zaman hidupnya Nabi Muhammad SAW, terjadi gerhana yang bertepatan dengan kematian putra beliau, Ibrahim. 

Muncul rumor yang mengatakan jika peristiwa gerhana disebabkan kematian tersebut. Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menuju masjid dengan cemas sambil menarik selendang/sarungnya ke bagian atas. 

Baca Juga

Ketika itu, gerhana matahari tengah terjadi pada pagi hari setinggi dua atau tiga anak panah. Nabi Muhammad SAW pun maju dan menunaikan sholat sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama, beliau membaca surah al-Fatihah dan satu surat yang panjang dengan jahr (keras). 

Beliau kemudian rukuk dengan memperpanjangnya. Setelah itu, mengangkat kepala (bangkit dari rukuk) sambil membaca "Sami'a llahu liman hamidahu. Rabba na walakal hamdu".

Beliau kembali berdiri dengan lama, tetapi lebih singkat ketimbang berdiri pada posisi yang pertama. 

Beliau membaca surah dan melanjutkan dengan rukuk dengan memperlama masa rukuknya, tetapi lebih pendek dari rukuk pertama. 

Beliau pun mengangkat kepala dari rukuk kemudian sujud dengan lama. Nabi SAW pun melakukan hal sama pada rakaat yang lain sebagaimana apa yang beliau lakukan pada rakaat pertama. 

Pada setiap rakaat, terdapat dua kali rukuk dan dua kali sujud. Lengkaplah dalam dua rakaat terjadi empat kali rukuk dan empat kali sujud. 

Baca juga: 7 Daftar Kontroversi Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun yang tak Pernah Tersentuh

Di dalam sholatnya, Nabi SAW diperlihatkan surga dan neraka. Rasulullah pun berkeinginan untuk mengambil setangkai (buah) buah dari surga yang akan beliau perlihatkan kepada mereka. Beliau juga diperlihatkan seorang perempuan yang dikoyak-koyak kucing karena mengikatnya hingga mati kelaparan dan kehausan.

Beliau pun melihat Amr bin Malik menarik ususnya di neraka. Amr disebut sebagai orang yang pertama mengubah agama Nabi Ibrahim. 

Beliau pun melihat seorang pencuri jamaah haji yang sedang disiksa. Rasulullah SAW lantas mengakhiri sholatnya lantas berkhutbah di hadapan para sahabat dengan penuh makna.

إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا ثم قال: ” يَا أمةَ مُحمَّد ” : والله مَا مِنْ أحَد أغَيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيراً

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement