Rabu 17 May 2023 14:47 WIB

Timnas Indonesia Menang Sujud Syukur, Pernah Dilakukan Nabi SAW? Ini Kata Habib Jafar

Ulama berbeda pendapat terkait sujud syukur tanpa bersuci dan hadap kiblat

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 menyanyikan lagu Indonesia Raya usai meraih medali emas SEA Games 2023 di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023). Indonesia berhasil meraih medali emas usai mengalahkan Thailand 5-2
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 menyanyikan lagu Indonesia Raya usai meraih medali emas SEA Games 2023 di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023). Indonesia berhasil meraih medali emas usai mengalahkan Thailand 5-2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para pemain timnas sepak bola Indonesia U-22 dan para pelatih melakukan sujud syukur seusai meraih medali emas dalam SEA Games 2023 di Kamboja pada Selasa (16/5/2023) malam. Dalam pehelatan ini, Garuda Muda sukses mengalahkan Thailand di partai final dengan skor telak 5-2. 

Saat merayakan kemenangannya, banyak pemain Muslim timnas Indonesia yang melakukan sujud syukur di tengah lapangan. Saat mencetak gol, para pemain timnas Indonesia juga sudah sering melakukan sujud syukur di lapangan, termasuk pelatih Indra Sjafri. Lalu, apakah Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukan sujud syukur? 

Baca Juga

Hal ini pernah dijelaskan pendakwah milenial, Habib Husein Ja’far Al Hadar melalui kanal Youtube resminya, Jeda Nulis. Habib Ja’far menjelaskan, Nabi Muhammad SAW tentu juga melakukan sujud syukur. Karena, semua amal yang umat Islam lakukan itu merujuk kepada apa yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW atau tidak dilarang oleh Nabi Muhammad SAW.

“Nah, untuk sujud syukur, Nabi Muhammad SAW itu dalam beberapa riwayat, diriwayatkan kerap melakukan sujud syukur ketika mendapatkan kabar-kabar gembira. Misalnya, ketika beliau mendapatkan kabar kaum Hamadzan itu masuk Islam berbondong-bondong, beliau sujud syukur,” kata Habib Ja’far. 

 

“Atau ketika beliau mendapatkan kabar dari Jibril bahwa Allah SWT memberikan karunia berkah kepada beliau, beliau juga sujud syukur,” ujarnya. 

Lalu, bagaimana jika sujud syukur yang dilakukan tersebut tidak menghadap kiblat? Dalam menjawab pertanyaan ini, Habib Ja’far merujuk kepada pendapat Lembaga Fatwa Mesir, yaitu Dar al-Ifta al Misriyyah.  

Baca Juga: Disebut Pengkhianat, Ini Daftar Santri Alumni Pesantren Sidogiri yang Jadi Tokoh Nasional 

Berdasarkan pendapat mayoritas ulama, menurut Habib Ja’far, para ulama di Dar al-Ifta menyimpulkan sujud syukur itu diperlakukan seperti sujud dalam sholat sehingga harus berwudhu, harus menghadap kiblat, harus suci dari segala hadats, bahkan harus pakai niat dan takbiratul ihram. 

“Jadi, sama kayak sujud dalam sholat. Ini pendapat yang umum,” ujar Habib Ja’far dikutip dari kanal Youtube resminya, Jeda Nulis, Rabu (17/12/2023). 

Namun, dia menambahkan, ada juga sebagian ulama yang memperbolehkan sujud syukur secara spontanitas tanpa menghadap kiblat dan juga tanpa berwudhu sebelumnya. “Ada sebagai kecil dari ulama-ulama Mazhab Maliki memperbolehkan,” kata Habib Ja’far.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement