Selasa 09 May 2023 14:13 WIB

Balasan Bagi Orang Takut dan Malu kepada Allah SWT Menurut Al Izz

Al-Izz jelaskan takut merupakan wasilah untuk malu kepada Allah SWT.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ibadah merupakan wujud takut kepada Allah.
Foto: Republika/Prayogi
Ibadah merupakan wujud takut kepada Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Syekh Al-Izz bin Abdus Salam As-Sulami dalam kitab Syajaratul Ma'arif menjelaskan bahwa seorang hamba yang takut kepada Allah SWT, disediakan dua surga untuk mereka. Seorang hamba yang takut akan kebesaran Allah SWT, maka surga tempat tinggalnya.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rahman Ayat 46, Surah Ibrahim Ayat 14, dan Surah An-Nazi‘at Ayat 40 dan 41. Alquran menjelaskan bahwa seorang hamba yang takut dan malu kepada Allah SWT akan disediakan surga.

Baca Juga

Al-Izz jelaskan takut merupakan wasilah untuk malu kepada Allah SWT. Malu kepada Allah SWT yaitu malu melakukan tindakan yang melanggar perintah-Nya.

Menurut Al-Izz bin Abdus Salam As-Sulami, karena malu kepada Allah SWT juga seharusnya bisa beramal sebaik-baiknya dalam taat kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga. (QS Ar-Rahman: 46)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْاَرْضَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ ۗذٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِيْ وَخَافَ وَعِيْدِ

Kami pasti akan menempatkanmu di negeri-negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (berlaku) bagi orang yang takut akan kebesaran-Ku dan takut akan ancaman-Ku.” (QS Ibrahim: 14)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ

فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya). (QS An-Nazi‘at: 40 - 41)

Dilansir dari buku Syajaratul Ma'arif karya Syaikh Al-Izz bin Abdus Salam As-Sulami diterbitkan Muassasah Iqra di Kairo 2003 dan diterjemahkan Samson Rahman serta diterbitkan ulang Pustaka Al-Kautsar, 2008.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement