Kamis 04 May 2023 04:05 WIB

Belajar dari Nabi Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit

Masa sulit yang harus dihadapi setiap manusia ini belum tentu sesuatu yang buruk.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Belajar dari Nabi Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit.
Foto: republika
Belajar dari Nabi Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa-masa sulit adalah bagian dari hukum Allah terhadap manusia di alam semesta ini. Ujian dan masa sulit merupakan bagian dari tes yang harus dilalui semua orang.

Masa sulit yang harus dihadapi setiap manusia ini belum tentu sesuatu yang buruk. Sebaliknya, kesulitan yang dialami bisa menjadi pengalaman belajar, pengingat, penyucian dari dosa dan kesalahan, ujian kesabaran dan ketekunan, atau semuanya bersama-sama.

Baca Juga

"Kita dapat keluar dari masa-masa sulit dengan lebih dekat dengan Allah, lebih kuat, bersatu, lebih terampil dan lebih terbimbing. Hal ini bisa diraih ketika kita tahu bagaimana menjalani dan menanggapinya," ujar seorang penulis dan tokoh aktif di Muslim American Society (MAS) Wael Hamza, dikutip di About Islam, Rabu (3/5/2023).

Hamza menyebut, tidak ada sosok yang lebih baik untuk belajar bagaimana menanggapi masa-masa sulit selain Nabi Muhammad. Bukan hanya dikenal sebagai orang besar yang berakhlak mulia, Rasulullah SAW juga dibimbing oleh wahyu dari Allah SWT.

 

Mengikuti jejaknya sangat penting untuk dapat menjalani kehidupan yang sukses dan merupakan bagian dari diri seorang Muslim. Umat Islam adalah orang-orang yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Oleh karena itu, mengikuti teladannya merupakan bagian integral dari Islam.

"Nabi melewati banyak masa sulit baik di tingkat pribadi maupun komunitas. Hidupnya sangat sukses, namun itu yang paling menantang," lanjut dia.

Atas kehendak dan bimbingan Allah, Rasulullah mampu menghadapi semua tantangan yang dia hadapi dan keluar dari masa-masa sulit jauh lebih kuat dari sebelumnya. Di bawah ini, ada beberapa hal yang bisa menjadi pembelajaran tentang bagaimana Nabi akan membantu Muslim melalui masa-masa sulit, serta memungkinkan meraih hikmah di balik tantangan ini.

Belajar dari Nabi Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit

1. Kesulitan adalah ujian yang tak terelakkan

Tahu bahwa kesulitan adalah sebuah ujian yang tidak bisa dihindari adalah konsep pertama dan terpenting yang harus diyakini. Dalam QS Al'-Ankabut ayat 2 disebutkan, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?"

Ketika seseorang mengklaim beriman kepada Allah SWT, membela yang benar, menentang yang salah, mendukung keadilan atau melawan penindasan, semua klaim ini akan diuji. Allah SWT akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang berbohong.

Ini adalah tradisi orang-orang yang berada di jalan yang lurus setiap saat. Nabi dan para sahabatnya ditanya dalam Alquran, sebuah pertanyaan yang juga ditanyakan kepada kita semua.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 214 disebutkan, "Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement