Rabu 15 Mar 2023 05:04 WIB

Umar bin Khattab Mampu Telepati dari jarak Hampir 2.000 KM, Pasukan Islam Kalahkan Persia

Umar bin Khattab dikenal mempunyai banyak karamah

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Umar ibn Khatab (ilustrasi).  http://republika.co.id/berita//rqupy8320/muhammadiyah-resmi-beli-gereja-di-spanyol-yang-juga-bekas-masjid-era-abbasiyah   
Foto: wikipedia
Umar ibn Khatab (ilustrasi). http://republika.co.id/berita//rqupy8320/muhammadiyah-resmi-beli-gereja-di-spanyol-yang-juga-bekas-masjid-era-abbasiyah  

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Khalifah Umar bin Khattab adalah salah satu pemimpin yang adil dan terkenal dalam sejarah Islam. Dia dikenal tegas dalam memerintah. Namun di balik itu ternyata dia memiliki kemampuan luar biasa dari manusia kebanyakan.

Hal tersebut terungkap dalam kitab Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Imam Ibnu Katsir. Pada tahun 645 M/23 H, di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, terjadi peperangan antara pasukan kaum Muslimin dan Persia, di Nahawand, yang sekarang masuk wilayah Iran. Nahawand adalah salah satu daerah terpenting Persia.

Baca Juga

Pasukan Muslim dipimpin Sariyah bin Zunaim yang berasal dari Bani Kinana. Di tengah pertempuran, pasukan Muslim terjebak dan terkepung di sebuah lembah.

Dalam situasi yang genting itu, tiba-tiba Sariyah mendengar suara Amirul Mukminin yang berkata, "Ya Sariyah bin Zunaim, gunung! Ya Sariyah bin Zunaim, gunung!...."

 

Mendengar suara tersebut, Sariyah segera menaiki gunung bersama pasukannya. Posisi keberadaan mereka pun berubah. Hingga akhirnya, Sariyah dan pasukannya berhasil meraih kemenangan yang luar biasa. Pasukan Persia takluk.

Padahal, di waktu yang bersamaan, Umar bin Khattab sedang menyampaikan khutbah di mimbar Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, Madinah. Sedangkan jarak antara Madinah dan Nahawand, lokasi pertempuran pasukan Muslim dan Persia, hampir 2.000 KM.

Para sahabat yang menjadi jamaah sholat Jumat saat itu juga mendengar Umar bin Khattab berteriak dengan suara lantang di tengah khutbahnya. Ia berteriak, "Ya Sariyah bin Zunaim, gunung! Ya Sariyah bin Zunaim, gunung!...."

Seusai melaksanakan sholat Jumat, Umar bin Khattab menjelaskan bahwa dia tidak memperhatikan apa yang ia katakan, dan juga sama sekali tidak menyadari telah mengucapkan kalimat tersebut. 

Tak lama kemudian, sepucuk surat datang membawa kabar gembira kemenangan pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Sariyah bin Zunaim saat melawan pasukan Persia di Nahawand.

Baca juga: Muhammadiyah Resmi Beli Gereja di Spanyol yang Juga Bekas Masjid Era Abbasiyah

Di surat itu tercantum waktu kemenangan secara rinci. Dan ternyata, kemenangan tersebut diraih di waktu yang sama saat Umar bin Khattab meneriakkan "Ya Sariyah bin Zunaim, gunung! Ya Sariyah bin Zunaim, gunung!....", yang didengar para jamaah sholat Jumat.

Ketika kembali ke Madinah, dia pun menceritakan kepada orang-orang tentang apa yang dialami pasukannya saat terjebak di sebuah lembah, yaitu saat dia mendengar suara Umar bin Khattab yang memanggil namanya.

Sampailah kemudian cerita Sariyah itu ke telinga khalifah. Namun Umar tidak menggubrisnya, dengan berkata, "Ya Allah, aku tidak begitu memperhatikan yang jelas ada sesuatu yang datang ke lisanku."

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement