Selasa 07 Mar 2023 15:13 WIB

Larangan Berbicara Keras Melebihi Suara Nabi Muhammad

Allah melarang orang beriman berbicara keras melebihi suara Nabi Muhammad.

Larangan Berbicara Keras Melebihi Suara Nabi Muhammad. Foto: Umat Nabi Muhammad (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Larangan Berbicara Keras Melebihi Suara Nabi Muhammad. Foto: Umat Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DR Ibrahim Mulaakhathir dalam bukunya yang berjudul Keagungan Nabi Muhammad menyebutkan, di antara penghargaan kepada Nabi Muhammad adalah bahwa Allah melarang manusia mengeraskan suaranya sehingga melebihi suara Nabi Muhammad. Juga, tidak boleh berkata kepada beliau dengan suara keras seperti yang biasa dilakukan di antara sesama manusia.

Hal itu supaya pahala amalannya tidak lenyap. Allah berfirman dalam Surat Al Hujurat 2-5:

Baca Juga

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.

 

    

اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

   

اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَاۤءِ الْحُجُرٰتِ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.

وَلَوْ اَنَّهُمْ صَبَرُوْا حَتّٰى تَخْرُجَ اِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Lihatlah Shahih Bukhari pada bab tentang tafsir, yaitu tatkala menafsirkan surat Al Hujurat tentang penjelasan Asbabun Nuzul ayat ini. Lihatlah bagaimana Umar bin Khattab dan Tsabit bin Qais yang berkata kepada Rasulullah SAW setelah ayat ini turun. Nyaris, tidak terdengar sehingga beliau meminta keduanya mengulangi perkataannya.

photo
Infografis Tiga Alasan Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad - (Dok Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement