Rabu 22 Feb 2023 16:39 WIB

Amalan Sederhana yang Membuka Jalan Lebar ke Surga Meski Kerap Dilewatkan

Memberi makan adalah amalan sederhana yang antarkan ke surga

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Warga menggantungkan bungkusan bahan makanan gratis di tembok di Kampung Menayu, Magelang, Jawa Tengah (ilustrasi). Memberi makan adalah amalan sederhana yang antarkan ke surga
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Warga menggantungkan bungkusan bahan makanan gratis di tembok di Kampung Menayu, Magelang, Jawa Tengah (ilustrasi). Memberi makan adalah amalan sederhana yang antarkan ke surga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berbagi makanan termasuk perbuatan yang dicintai Allah SWT. Ada keutamaan besar yang terkandung dalam kebaikan tersebut. Maka hendaknya seorang Muslim tidak meninggalkan perbuatan ini. 

Lembaga fatwa Mesir, Dar al-Ifta, menjelaskan, berbagi makanan adalah salah satu perbuatan yang paling dicintai Allah SWT dan bahkan ini menjadi salah satu faktor seorang Muslim ditempatkan dalam surga.

Baca Juga

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما: أنَّ رجلًا سأل النبيَّ صلى الله عليه وآله وسلم: أيُّ الإسلام خير؟ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ 

Dalam riwayat Abdullah bin Amr RA, seorang pria bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Islam yang seperti apakah yang paling baik?" 

 

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, "Engkau berbagi makanan dan menyapa kepada orang-orang yang engkau kenal maupun tidak." (Muttafaq alaih)

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه أنه قال: قال النبيُّ صلَّى الله عليه وآله وسلم: إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا، وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا»، فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ 

Dalam riwayat lain, dari Ali bin Abi Thalib RA, dia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Di surga ada kamar-kamar yang bisa dilihat luarnya dari dalam, dan (dapat dilihat) dalamnya  dari luar."

Lantas seorang badui bertanya, "Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Nabi SAW bersabda, "Untuk orang yang baik perkataannya, berbagi makanan kepada orang lain, terus-menerus berpuasa (puasa Dawud) dan sholat di malam hari ketika orang-orang sedang tidur lelap." (HR Ahmad) 

Berbagi makanan tidak harus kaya atau banyak uang terlebih dulu. Orang yang berbagi makanan di saat kondisinya sedang sempit akan memperoleh ganjaran pahala yang besar. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Api neraka merasa takut meski dengan sebiji kurma (yang kalian berikan untuk orang yang lapar)." (HR Bukhari)

Baca juga: Ketika Sayyidina Hasan Ditolak Dimakamkan Dekat Sang Kakek Muhammad SAW

Dalam Alquran pun dijelaskan tentang keutamaan berbagi makanan. Allah SWT berfirman pada Surat Al Balad ayat 12: 

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْعَقَبَةُ "Dan tahukah kamu apakah kiranya jalan yang mendaki dan sukar itu?" 

Kemudian jawabannya ada pada Surat Al-Balad ayat 14: 

أَوْ إِطْعَٰمٌ فِى يَوْمٍ ذِى مَسْغَبَةٍ "…Memberi makan pada hari kelaparan."

Mengenai golongan orang-orang yang tidak mau berbagi makanan, ini bahkan dianggap sebagai pendusta agama. Allah SWT berfirman: 

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ "Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama?" (QS Al Maun ayat 1). Lalu pada ayat 3 Surat Al Maun, Allah SWT berfirman: 

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ "(Orang yang) tidak menganjurkan memberi makan orang miskin."

 

Sumber: masrawy   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement