Jumat 06 Jan 2023 12:21 WIB

Mengapa Yahudi Dilarang Masuki Kompleks Masjid Al Aqsa?

Kepala Rabbi Yerusalem resmi melarang orang Yahudi masuki Temple Mount sejak 1921.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
 Warga Palestina merayakan hari pertama hari raya Idul Adha di samping kuil Dome of the Rock di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Sabtu, 9 Juli 2022. Mengapa Yahudi Dilarang Masuki Kompleks Masjid Al Aqsa?
Foto:

Namun demikian, banyak orang Yahudi yang religius melihat penaklukan Kota Tua sebagai simbol yang sangat besar. Beberapa di antaranya, termasuk banyak orang Kristen, melihatnya sebagai tanda "Akhir Zaman" seperti yang dinubuatkan dalam kitab suci.

Beberapa kelompok agama Yahudi berpendapat, harus ada pembangunan Kuil Ketiga di situs tersebut, lebih dari sekadar mengizinkan ibadah di Temple Mount. Dibangunnya Kuil Ketiga adalah sesuatu yang dapat menandai kembalinya Mesias dan Hari Penghakiman. Pandangan ini telah lama menjadi pandangan minoritas di antara orang Yahudi di Israel dan di seluruh dunia, tetapi tidak selalu jauh dari arus utama.

Salah satu kisah populer, meski masih diragukan, adalah kisah yang berasal dari Jenderal Uzi Narkiss saat memimpin pasukan Israel dalam merebut Kota Tua pada 1967. Dia mengklaim bahwa Shlomo Goren, yang saat itu adalah kepala rabbi militer dan kemudian kepala rabbi Israel, mendesaknya merebut Kota Tua untuk meledakkan Masjid Al Aqsa.

Meski Goren dan yang lainnya membantah cerita Narkiss, Goren sendiri adalah sosok rabbi yang populer karena menganjurkan beribadah di Temple Mount. Ini kemudian memicu kontroversi pada Agustus 1967 ketika dia memimpin sekelompok jamaah untuk berdoa di situs tersebut. Tindakannya memicu protes dari Muslim, Yahudi sekuler, dan Kepala Rabbi Yerusalem, yang menyatakan kembali bahwa orang Yahudi dilarang berdoa di situs tersebut.

Terlepas dari larangan orang Yahudi memasuki halaman Masjid Al Aqsa, selama bertahun-tahun kelompok pemukim Israel telah memasuki kompleks masjid dengan perlindungan dari penjaga keamanan Israel. Sampai saat ini mereka biasanya dicegah melakukan ritual keagamaan, kecuali secara diam-diam, untuk mencegah memprovokasi jamaah Muslim.

Mungkin insiden provokatif Israel yang paling terkenal di Al-Aqsa terjadi pada 28 September 2000, ketika pemimpin oposisi Israel saat itu Ariel Sharon memasuki halaman Masjid Al Aqsa. Ia dikawal oleh lebih dari 1.000 petugas polisi Israel. Sharon saat itu menyatakan Al Aqsa akan selamanya berada di bawah kendali Israel.

Kunjungan tersebut memicu protes keras dari warga Palestina, dan akhirnya berujung pada Intifadah Kedua yang mengakibatkan kematian lebih dari 3.000 warga Palestina dan lebih dari 1.000 warga Israel selama periode lima tahun.

photo
Umat Muslim mengambil bagian dalam salat Jumat di Masjid Dome of the Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Jumat, 28 Mei 2021. - (AP Photo/Mahmoud Illean)

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement