Jumat 16 Dec 2022 20:17 WIB

Mengapa Allah Perintahkan Rasulullah Tetap Istiqamah?

Allah SWT sudah menjamin bahwa Rasulullah SAW pasti masuk surga.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Mengapa Allah Perintahkan Rasulullah Tetap Istiqamah?
Foto: Dok Republika
Mengapa Allah Perintahkan Rasulullah Tetap Istiqamah?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sikap istiqamah atau konsisten sangat penting dalam menjalani hidup. Istiqamah adalah sikap lurus dan taat, patuh dan setia dalam menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Hal ini disampaikan Pendiri Pusat Dakwah Alquran Jakarta (Al-Fahmu Institute), Ustaz Fahmi Salim saat menjelaskan tentang Surat Hud ayat 112. Allah SWT berfirman,

Baca Juga

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Hud [11]:112).

 

Menurut Ustaz Fahmi Salim, ayat tersebut berisi seruan kepada Nabi Muhammad agar selalu istiqamah sebagaimana yang Allah perintahkan kepada beliau. Nabi Muhammad diminta untuk istiqamah bersama orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang senantiasa menegakkan sholat pada kedua ujung siang (pagi dan sore) dan orang-orang yang senantiasa bersabar dalam menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Ustaz Fahmi mengatakan, Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk istiqamah. Padahal, beliau adalah orang yang maksum atau terjaga dari dosa. Namun, inilah jalan yang ditetapkan Allah agar sikap istiqamah Rasulullah SAW bisa menjalani teladan bagi umatnya.

“Allah SWT sudah menjamin bahwa Rasulullah SAW pasti masuk surga. Namun, sikap istiqamah beliau dalam menjalankan ibadah tak pernah surut ,” jelas Ustaz Fahmi Salim dikutip dari bukunya yang berjudul Tadabbur Qur’an di Akhir Zaman: Membumikan Kalam Ilahi di Zaman tak Bertepi.

Lalu kenapa Rasulullah tetap diperintahkan untuk istiqamah? Karena, menurut Ustaz Fahmi Salim, jalan dakwah yang ditempuh sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan adalah jalan terjal yang penuh ujian, tantangan, dan godaan. Banyak yang berusaha menggelincirkan beliau dari jalan dakwah.

Beragam usaha dilakukan untuk membendung risalah yang dibawanya. Namun, Allah SWT memberikan kekuatan dengan memerintahkan beliau untuk istiqamah, tegak lurus di atas jalan kebenaran.

Allah SWT berfirman,

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ وَضَاۤىِٕقٌۢ بِهٖ صَدْرُكَ اَنْ يَّقُوْلُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ جَاۤءَ مَعَهٗ مَلَكٌ ۗاِنَّمَآ اَنْتَ نَذِيْرٌ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

“Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?” Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.” (QS Hud [11]:12).

Pada ayat di atas, menurut Ustaz Fahmi Salim, Allah SWT mengingatkan Rasulullah SAW bahwa boleh jadi engkau wahai Muhammad, sebagai manusia akan tergiur oleh godaan kekayaan yang akan melalaikan tugasmu sebagai risalah Islam. Karena itu, bersikaplah lurus (istiqamah) dengan tidak tergiur oleh bujuk rayu harta benda dunia, dan tetap menjalankan tugas sebagai pemberi peringatan.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement