Jumat 09 Dec 2022 14:48 WIB

Salah Satu Tanda Orang yang Mengingkari Nikmat Allah SWT

Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba-Nya agar senantiasa bersyukur

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Berdoa wujud syukur. Ilustrasi. Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba-Nya agar senantiasa bersyukur
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Berdoa wujud syukur. Ilustrasi. Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba-Nya agar senantiasa bersyukur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran menjelaskan salah satu ciri orang yang mengingkari nikmat Allah SWT. 

Orang tersebut akan memohon pertolongan kepada Allah SWT dan bertobat, akan tetapi setelah Allah SWT menolongnya dan dia mendapatkan nikmat, orang tersebut lupa terhadap permohonannya kepada Allah SWT sebelumnya. 

Baca Juga

Kemudian dia kembali tersesat dan menyesatkan orang lain. Hal ini dijelaskan dalam tafsir surat Az-Zumar ayat 8.

۞ وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُوْٓا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَادًا لِّيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًا ۖاِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ

 

“Apabila ditimpa bencana, manusia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya. Akan tetapi, apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa terhadap apa yang pernah dia mohonkan kepada Allah sebelum itu dan dia menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bersenang-senanglah dengan kekufuranmu untuk sementara waktu! Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (QS Az-Zumar ayat 8)

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan sikap orang yang mengingkari nikmat Allah SWT. Apabila dia ditimpa kemudharatan baik berupa penyakit atau penderitaan yang menimpa kehidupannya, dia memohon pertolongan kepada Allah SWT, agar penyakitnya atau penderitaannya dilenyapkan. Dia pun menyatakan diri bertobat, meminta ampun atas perbuatan buruknya di masa yang telah lalu.

Akan tetapi, apabila dia mendapatkan nikmat di mana penyakit dan penderitaannya telah hilang lenyap, dia lupa akan perkataan yang diikrarkan pada saat dia berdoa. 

Kemudian mereka mengada-adakan tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu bagi Allah SWT. Mereka tidak saja menyesatkan diri mereka, tetapi menyesatkan orang lain juga, menghalang-halangi orang yang mengikrarkan dirinya sebagai orang yang beragama tauhid.

Di akhir ayat, Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang yang mengingkari nikmat Allah SWT itu. “Puaskanlah dirimu dengan melaksanakan keinginanmu sewaktu hidup di dunia, nikmatilah kelezatannya yang tidak lama masanya, hingga ajal merenggut jiwamu. Pada saat itu kamu akan menyesali perbuatanmu. Pada hari perhitungan nanti, kamu akan mengetahui dengan pasti bahwa kamu akan menjadi penghuni neraka yang penuh dengan siksaan."

Fuji E Permana

 

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement