Senin 05 Dec 2022 20:25 WIB

Taliban Tangkap Anggota Asing ISIS Terkait Serangan di Kedubes Pakistan

Tujuan serangan itu disebut untuk memicu ketidakpercayaan dua negara.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Gerakan ISIS
Foto: Reuters
Gerakan ISIS

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Seorang anggota asing dari kelompok ISIS telah ditangkap sehubungan dengan serangan di kedutaan Pakistan di ibu kota Afghanistan. Juru bicara pemerintah Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Senin (5/12) mengatakan, pasukan khusus telah menangkap orang yang bertanggung jawab atas serangan kedutaan.

"Orang ini adalah warga negara asing dan anggota ISIS. Investigasi mengungkapkan bahwa serangan ini diorganisir bersama oleh ISIS dan pemberontak.  Beberapa lingkaran jahat asing berada di balik serangan itu dan tujuannya adalah untuk menciptakan ketidakpercayaan antara kedua negara yang bersaudara," ujar Mujahid, dilaporkan Alarabiya, Senin (5/12).

Baca Juga

Mujahid menolak mengungkapkan kewarganegaraan tersangka. Pakistan memiliki hubungan yang rumit dengan Taliban. Pakistan  telah lama dituduh mendukung kelompok ekstremis itu bahkan ketika mendukung invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan yang menggulingkan mereka setelah serangan 9/11.

Pakistan adalah rumah bagi lebih dari satu juta pengungsi Afghanistan. Perbatasan antara kedua negara sering menjadi tempat bentrokan. Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Senin mengatakan, Duta Besar Ubaid ur Rehman Nizamani sekarang berada di Islamabad untuk berkonsultasi. Tetapi pemerintah Pakistan mengatakan, tidak ada rencana untuk menutup kedutaan atau menarik staf dari Kabul.

Taliban telah melarang protes publik. Tetapi warga Afghanistan telah melakukan demonstrasi kecil-kecilan terhadap Pakistan menyusul insiden serangan itu.

Taliban bersusah payah untuk menggambarkan Afghanistan sebagai tempat yang aman bagi para diplomat. Tetapi dua anggota staf kedutaan Rusia tewas dalam serangan bom bunuh diri di luar misi pada September dalam serangan lain yang diklaim oleh ISIS.

Bulan lalu seorang pria bersenjata menembak mati seorang penjaga keamanan Pakistan di perbatasan Chaman. Sejak kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu, Taliban bersikeras bahwa mereka tidak akan mengizinkan kelompok militan asing untuk beroperasi dari dalam negeri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement